Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 6 Desember 2021 episode 31 Tahun ke II dengan tema: Setelah Berhasil Direbut, Mau dibawa Kemana PWI Aceh?, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Pembangunan Rusun Ponpes Nurul Islam Aceh Utara Diduga Asal Jadi

Foto: Kondisi Plafon Gedung Rumah Rusun Pondok Pesantren Nurul Islam yang di bangun diduga Asal Jadi
A A A

ACEHIMAGE.COM - Pembangunan Rumah Susun (Rusun) di Pondok Pesantren Nurul Islam Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh bersumber dari APBN Tahun 2019 diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, pembangunan Rusun Ponpes Nurul oleh kontraktor CV Ta Peu Makmu Nanggroe, dengan konsultan CV Sarena Consultant dibawah Satker penyediaan perumahan Aceh beralamat di jalan fatahilah no.08 Banda Aceh bernilai kontrak Rp3,6 Milyar tersebut selesai dikerjakan pada pertengahan tahun 2020 lalu hingga sekarang tidak dapat difungsikan.

Menurut pengakuan Dewan Guru Ponpes Nurul Islam Tgk Hajar, bahwa program pembangunan Rumah Susun itu dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terdapat beberapa pekerjaan yang hasilnya tidak maksimal dan diduga tidak berkualitas.

"Tidak berfungsinya instalansi air atau jaringan air bersih untuk Rumah Susun tersebut, tidak dikerjakannya pekerjaan sumur bor sementara air bersih dari PDAM tidak sanggup mencukupi kebutuhan Rumah Susun khususnya para santri, mesin air ada sementara sumber air tidak ada," sebutnya. Kamis 4 November 2021.

Ruang Kamar Mandi tidak bisa digunakan akibat Sanitasi air bersih atau Sumur Bor tidak berfungsi.

Sehingga para santri terpaksa mengambil kebutuhan air bersih di luar bangunan Rumah Susun. Maka menurutnya instalasi air yang dibangun tersebut hanya sia-sia.

"Sementara air harus diambil dari luar Gedung, piring dan rantang yang menumpuk menunggu datangnya air yang di ambil diluar begitu juga untuk mandi, dan cuci hajat harus diluar bangunan Rusun Ponpes," bebernya.

Tak hanya itu kata Tgk Hajar, bahkan menurutnya, Pekerjaan untuk rangka penyangga plafon tidak dikerjakan sebagaimana mestinya, penyangga plafon ditopang oleh bahan kayu ukuran kecil, dan kondisi kayu bengkok, maka siap dikerjakan bentuk plafon tidak rapi.

"Akibat kayu yang dipasang  kurang kualiatas, bentuk plafon sangat jelek  alias bergelombang," ujarnya.

Selain itu kata Tgk Hajar, bahkan begitu juga dengan Mobiler yang dipasok ke Rumah Susun tersebut, pengadaan yang hampir mencapai angka 700 juta itu, namum para santri tidak bisa memanfaatkannya, karena menurutnya bahan kayu yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Mobiler yang digudangkan karena tidak layak pakai.

"Baru 1 bulan sudah kasur sudah melendut kedalam sehingga pihak Pemilik Pesantren tidak memfungsikan Mobiler tersebut, maka terpaksa
digudangkan." bebernya.

Sementara hal yang sama juga dibenarkan Tgk Mus selaku dewan guru Ponpes setempat, setaunya masalah pembangunan Ponpes tersebut sedang dalam proses, sudah ditangani oleh pihak polres aceh utara.

"Masalah ponpes itu sudah turun dari pihak polres aceh utara, namun selebih itu saya tidak tau, karena sudah sebulan lebih di ada di Pesantren, baru saja pulang diluar daerah," kata Tgk Mus Kepada acehimage.com.

Sementara Staf Balai Satker penyediaan perumahan aceh, Bambang Prayitno  saat dihubungi beberapa kali tidak diangkat, pesan konfirmasi lewat WhatsApp pun juga tidak gubris. Hingga berita ini diterbitkan juga belum ada respon dari pihak Balai.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...