Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Pembangunan Jalan Usaha Tani Aceh Tenggara Diduga Jauh Panggang dari Api

Salihan BeruhRuas Jalan Usaha Tani yang baru selesai dikerjakan menggunakan Dana Desa (DD) Tahap I Desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, senilai Rp93 juta
A A A

ACEH TENGGARA - Proyek pengerasan Jalan Usaha Tani, Desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah diduga bermasalah. Selain dikerjakan asal jadi, serapan anggaran proyek tersebut pun jauh di bawah dana yang telah diplot oleh desa setempat.

"Proyek pengerasan jalan usaha tani yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2021 sebesar Rp93 juta yang bertempat di kawasan lahan pertanian persawahan desa setempat, terkesan dikerjakan asal-asal," ungkap AN (56), salah seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Muda yang meminta namanya tidak ditulis jelas, Jumat, 2 April 2021.

Dugaan AN ini merujuk pada penimbunan badan jalan sepanjang 300 meter dan baru selesai dikerjakan pada 2019 lalu. Jalan tersebut kemudian kembali dibangun menggunakan anggaran dari dana desa. Pihak pelaksana, menurut AN, bahkan turut menyewa satu unit alat berat jenis grader untuk mengorek material yang ada di badan jalan. Pelaksana proyek bersumber dari dana desa tersebut turut memasukkan 10 trip truk yang mengangkut material batu timbunan ke lokasi. "Kemudian diratakan oleh alat berat grader tersebut."

AN mengatakan proyek pengerasan jalan Usaha Tani tersebut menyerap anggaran hingga Rp93 juta. Sementara dana terpakai diperkirakan hanya sebesar Rp10 juta. "Oknum desa tersebut diduga meraih keuntungan sebesar Rp83 juta dari satu paket proyek itu," ujar AN.

Wartawan media ini lantas memantau lokasi proyek pengerasan Jalan Usaha Tani yang dimaksud AN. Di lokasi terlihat ruas jalan yang telah pernah dikerjakan oleh Dinas PUPR Aceh Tenggara tersebut hanya ditutupi dengan material batu saja.

Menyikapi hal tersebut, Adi selaku Kepala Desa Tanjung Muda Kecamatan Darul Hasanah membenarkan bahwa proyek pengerasan badan jalan itu telah selesai dilaksanakan. Proyek tersebut, menurutnya, diserahkan kepada salah satu warga setempat berinisial K (48).

"Keuntungan dana desa dari paket proyek pengerasan (jalan) Usaha Tani itu akan dijadikan perbante (memotong sapi atau kerbau) untuk hari Lebaran Idul Fitri tahun ini (yang dibagikan) untuk masyarakat Desa Tanjung Muda," kata Kepala Desa Adi.[]

Penulis:Salihan Beruh
Wartawan:Salihan Beruh
Laporan:Salihan Beruh
Reporter:Salihan Beruh
Kontributor:Salihan Beruh
Rubrik:ACEHNEWS

Komentar

Loading...