Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Pelayaran Sabang-Banda Aceh Tanpa Atur Jarak Penumpang

AK JAILANIPenumpang kapal dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh
A A A

SABANG - Kapal pengangkut penumpang dari Kota Sabang ke Banda Aceh ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing (jaga jarak-red).

Ini terlihat ketika para penumpang masuk ke dalam kapal tetap mengisi kursi yang telah diberikan tanda silang (X) oleh petugas kapal.

BACA JUGA:Wali Kota Sabang Ingatkan Pengunjung dan Pelaku Wisata

Tanda silang tersebut biasanya sebagai tanda larangan untuk duduk di kursi tersebut dengan tujuan menjaga jarak antar penumpang. Tapi yang terjadi tidak demikian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh acehimage.com, petugas disinyalir memang tidak mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal, serta skema jaga jarak antar penumpang, begitu juga pada nomor kursi.

Diketahui, ada salah seorang penumpang mendapatkan nomor kursi berdasarkan tiket yang beli pada kursi yang sudah diberikan tanpa silang.

BACA JUGA:Dewan Minta Pemko Sabang Awasi Tempat Penginapan

Hanya saja, petugas di pelabuhan cuma mengecek suhu tubuh penumpang selama saat hendak memasuki kapal dengan menggunakan thermogun serta meminta untuk memakai masker.

Memang, seperti diberitakan sejumlah media Pemerintah Kota Sabang telah mencabut pemberlakuan syarat yang mewajibkan tes usap (swab) dan tes cepat (rapid) terkait COVID-19 bagi warga sebelum bepergian ke wilayah Pulau Weh tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Sabang Zakaria, mengatakan hal tersebut berlaku seiring dikeluarkan surat edaran dengan nomor 440/6983 tentang penerapan protokol kesehatan COVID-19 bagi pelaku perjalanan masuk dan keluar Kota Sabang.

"Nantinya bagi para pelaku perjalanan dalam masa pandemi COVID-19 ini yang akan menuju ke Kota Sabang dapat berpedoman pada regulasi yang berlaku secara nasional," kata Zakaria beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan tanggung jawab penuh terkait kesehatan para pelaku perjalanan tersebut berada di bawah otoritas pelabuhan yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Selama berada di pelabuhan Balohan Sabang, media ini sudah meminta tanggapan kepada petugas yang mengatur penumpang disana.

Tapi mereka tidak memberikan tanggapan dengan menyuruh untuk bertemu dengan pimpinan.

Hingga berita ini diterbitkan, acehimage.com belum memperoleh informasi dari pihak pelabuhan begitu juga dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...