Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Tak Cukup dengan Cambuk

Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak Perlu Dihukum Berat

SAMSUDDINKetua DPD II Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Bener Meriah, Aramiko Aritonang
A A A

BENER MERIAH - Terkait banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Bener meriah,perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

“Ada dua kasus pemerkosaan anak di bawah umur dengan pelaku yang sama dan saat ini sedang dalam proses persidangan di pengadilan Mahkamah Syar’iyah Kabupaten Bener Meriah,"kata Ketua DPD II Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Bener Meriah, Aramiko Aritonang, Kamis (10/9/2020).

Ia berharap, kepada Kepolisian Polres Bener Meriah agar setiap kasus pelecehan dan pemerkosaan anak di bawah umur untuk kedepan harus di beritakan dengan melalui perss conference (konferensi pers) dengan awak awak media.

Hal ini perlu dilakukan agar memberikan efek jera kepada pelaku maupun kepada calon pelaku yang masih memiliki niat yang sama untuk melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Menurut Aramiko, pihak kepolisian juga harus menerangkan kepada publik bahwa acaman hukuman bagi para predator kejahatan seksual anak di bawah umur ini sangat berat, penting sekali ini dilakukan oleh aparat penegak hukum baik kepolisian, Kejaksaan maupun pengadilan.

"Lantaran sudah banyak kasus ini terjadi di Bener Meriah namun hampir nyaris sepi pemberitaan sehingga publik tidak mengetahui. Namun ketika kasus ini banyak di ketahui oleh publik Bener Meriah khususnya maka banyak orang tua lebih waspada menjaga, melindungi anak anaknya, hal ini kami lakukan semata mata hanya untuk menekan angka kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Bener Meriah,"tegas Aramiko.

Selain itu, dia berharapkan kepada Pemda dan jajaran paling bawahnya di desa agar mensosialisasikan tentang kejahatan ini sehingga setiap orang tua lebih waspada untuk melindungi anaknya dari bentuk kejahatan apapun terutama predator kejahatan seksual anak di bawah umur.

"Satu hal lagi yang kami minta kepada pihak Kejaksaan dan Pengadilan (Hakim) agar kasus kejahatan Seksual terhadap anak di Bawah Umur ini dikenakan sanksi hukum positif jangan hukum Cambuk karena bila hukum cambuk sama sekali tidak memberikan efek jera,"demikian disampaikan Aramiko Aritonang.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...