Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Tes Seleksi Tidak Pura-Pura

Pejabat yang Lolos Harus Profesional dan Akuntabel

ISTIMEWAUsman Lamreng
A A A

BANDA ACEH - Sisa pemerintah Aceh dibawah Gubernur Nova Iriansyah tinggal 17 bulan lagi. Namun dari sisa tugas ini terus menjadi sorotan publik Aceh.

Sorotan publik yang sangat gencar pasca pelantikan definitif Nova Iriansyah sebagai Gubernur adalah terkait posisi Wakil Gubernur dan beberapa posisi eselon II yang telah diberhentikan beberapa waktu lalu, selanjutnya ditunjuk pelaksana tugas (Plt).

Dalam perspektif akademisi sekaligus pengamat pemerintahan dan pembangunan dari Universitas Abulyatama (Unaya) Usman Lamreung meyebutkan, lambatnya pengisian posisi Wagub dan beberapa posisi eselon II berstatus (Plt) tentu sangat menghambat jalannya implementasi berbagai kebijakan dan tata kelola birokrasi pemerintahan Aceh.

"Jadi sudah sepatutnya pak Nova Iriansyah lebih serius mempersiapkan dan segera mengisi posisi Wagub yang sudah lama kosong, walaupun hal itu domainnya partai politik (pengusung)," kata Usman Lamreung, Jumat (29/1/2021).

Kendati demikian kata Usman Gubernur Aceh punya hak dalam mempercepat dan menentukan pembantunya, sebagai orang nomor satu Aceh sudah seharusnya berpikir untuk kepentingan rakyat dan pembangunan Aceh lebih luas, ketimbang lebih untuk kepentingan sesaat.

"Kita berharap abaikan dulu kepentingan diri untuk mempertahankan kekuasaan pada pilkada tahun 2022. Rakyat berharap kepada gubernur jangan takut jika ada Wagub akan menjadi kompetitor bagi diri gubernur pada pilkada 2022," kata Usman mengingatkan.

Selanjutnya soal kepala dinas atau eselon ll, Pemerintah Aceh telah membuka secara terbuka seleksi pengisian posisi jabatan eselon II, dan ada 15 posisi jabatan setingkat eselon II dan berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Nomor : Peng/Pansel/01/I/2021 yang dikeluarkan Kamis (28/1/2021).

Usman berharap, dalam seleksi terbuka calon posisi kepala dinas dan direktur rumah sakit jangan dijadikan sebagai alasan untuk menempatkan orang-orangnya Gubernur atau Sekda. Jangan sampai pelaksanaan seleksi ini hanya ecek-ecek seperti yang sudah-sudah, agar memuluskan secara legal meloloskan kroni-kroninya untuk mendukung kepentingan pilkada 2022 mendatang.

"Kita minta agar panitia seleksi pejabat eselon II Pemerintah Aceh benar-benar bekerja secara profesional, akuntabel, tanpa intimidasi, tanpa titipan, dan calon-calon yang lolos nanti benar-benar SDM cakap, mumpuni, cerdas, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat," imbuhnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...