Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku. “Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021) “Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Pejabat Iran Tuduh Mossad di Balik Pembunuhan Ilmuwan Nuklir

APSuasana usai dugaan terbunuhnya Mohsen Fakhrizadeh
A A A

JAKARTA- Pejabat tinggi Iran mengatakan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam 'operasi kompleks' jenis baru, dengan menyalahkan badan intelijen Israel dan kelompok oposisi yang terasing.

"Operasi itu sangat kompleks, menggunakan peralatan elektronik dan tidak ada yang hadir di tempat kejadian," kata sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Laksamana Ali Shamkhani, kepada TV pemerintah seperti dikutip AFP.

Diketahui, Fakhrizadeh merupakan kepala pusat penelitian teknologi baru di Garda Revolusi elite dan tokoh terkemuka dalam program nuklir Iran.

Shamkhani menegaskan ada dugaan keterlibatan Mujahidin Rakyat Iran dengan rezim Zionis dan Mossad, merujuk pada Badan Intelijen Israel. "MEK 'pasti' terlibat, bersama dengan 'rezim Zionis dan Mossad'," katanya.

Sebelumnya, laporan terbaru mengungkapkan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas karena tertembak senapan yang dikendalikan dari jarak jauh dari sebuah mobil.

Hal itu dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi, Fars pada Minggu (29/11).

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan lainnya berjanji untuk membalas dendam atas pembunuhan Mohsen. Ia menuding Israel sebagai pihak yang berada di balik pembunuhan tersebut.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...