Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

Terkait Pemberitaan

Pejabat Disdik Bener Meriah Laporkan Aktivis Muda Bener Meriah Ke Polisi

SamsuddinKasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani
A A A

BENER MERIAH – S pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah   melaporkan aktivis muda Bener Meriah berinisial KP kepada pihak kepolisian terakit pemberitaan.

KP dilaporkan diduga telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE ), serta pencemaran nama baik  kepala dinas tersebut.

Dalam berita yang dimuat salah satu media online pada 2 Oktober 2021 lalu dengan judul, “ Kadisdik Bener Meriah Diduga Membeli Rumah Mewah dan Mobil Mewah Menggunakan Dana Gaji Tenaga Honorer”.

Di Berita tersebut KP sebagai narasumber menduga S telah membeli rumah mewah senilai 3,8 miliar dan mobil mewah senilai Rp 600 juta yang bersumber dari dana gaji tenaga honorer.

Bahkan, KP menyebutkan ia telah membentuk tim investigasi untuk membuntuti S ketika berada diluar daerah  guna untuk mengumpulkan bukti kemana saja aliran anggaran gaji honorer  Disdik Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani saat dikonfirmasi awak media, Kamis, 7 Oktober 2021 membenarkan adanya laporan tindak pidana UU ITE yang diterima pihaknya pada Selasa 5 Oktober 2021 lalu.

“Benar dua hari yang lalu kita menerima laporan dari pejabat jajaran Pemkab Bener Meriah berinisial S, yang melaporkan KP sebagai narasumber terkait pemberitaan, untuk saat ini kita masih mendalaminya,”kata Bustani

Menurut Bustani, substansi yang dilaporkan S atas pemberitaan tersebut mengarah pada menuduh orang berbuat sesuatu atau tidak berbuat sehingga menyebabkan jatuhnya marwah atau martabat seseorang akibat pemberitaan itu.

Di Dalam pemberitaan, lanjut Bustani tentunya ada etika-etika atau kode etik jurnalistik yang harus dipenuhi apakah berita yang diceritakan narasumber itu layak diterbitkan. Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan ahli UU ITE.

“Menyangku kasus tersebut, berikan kesempatan kepada kami untuk mendalaminya, sebab, kita akan mengkoordinasikan dengan ahli hukum pidana adan ahli UU ITE,”ujar Bustani

Pun demikian, menyangkut perkara UU ITE ini kita akan melakukan media antara kedua belah pihak untuk berdamai sesuai ketentuan yang ditetapkan.

“Bila nanti tidak ada kesepakatan perdamaian atau titik terang, mohon maaf masalah ini akan kita tindak lanjuti agar tidak terjadi kegaduhan atau kisruh di tengah-tengah masyarakat,”sebut Bustani []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...