Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

PDIP Klaim Sumatera Utara Masih ‘Merah’ di Pilkada 2020

CNNSekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan HUT Ke-47 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).
A A A

JAKARTA- Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim bahwa partainya memiliki potensi memenangkan 16 dari 23 wilayah yang menggelar pilkada serentak di Sumatera Utara 2020. Hal itu berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei dan real count sementara dari KPU.

"Berdasarkan hasil quick count dan real count, serta konsolidasi data oleh Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), sejauh ini PDI Perjuangan memiliki potensi memenangkan 16 dari 23 pilkada 2020 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Cerminan Sumut masih merah," kata Hasto dalam keterangan resminya, Jumat (11/12).

Merah sendiri identik dengan warna dasar bendera PDIP.

Dari 16 wilayah itu, Hasto optimistis partainya memenangkan di 12 wilayah Pilkada Serentak 2020 di Sumut. Wilayah itu antara lain Kota Medan, Serdang Bedagai, Pematang Siantar, Toba Samosir, Phakpak Barat, Humbang Hasundutan, Gunung Sitoli, Nias Induk, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, Tanjung Balai, dan Mandailing Natal.

Sementara empat wilayah lainnya kemungkinan keluar sebagai pemenang namun dengan selisih sedikit. Yakni di Tanah Karo, Nias Barat, Labuhan Batu Selatan serta Labuhan Batu Induk.

"Tidak sia-sia DPP PDIP menugaskan Pak Djarot Saiful Hidayat melakukan road show dan konsolidasi di pekan terakhir jelang pilkada dengan membawa semangat kebangsaan yang diinspirasi oleh Bung Karno," kata Hasto.

Hasto menjelaskan sebanyak 11 dari 16 wilayah yang dimenangkannya tersebut, kandidat kepala daerahnya berasal dari kader murni PDIP.

Mereka adalah Darma Wijaya, Ketua DPC PDIP Sergai yang diusung bersama Gerindra, Golkar, PKB, Hanura, PPP, Partai Demokrat. Lalu, Dosmar Banjarnahor, Ketua DPC PDIP Humbang Hasundutan yang diusung PDI Perjuangan dan diikuti oleh semua partai. Lakhomizaro Zebua Wakil Ketua DPC PDIP Gunung Sitoli yang diusung semua partai.

Selain itu, terdapat nama Sawaa Laoly, Bendahara DPC PDIP Gunung Sitoli. Lalu, Hilarius Duha Ketua DPC PDIP Nias Selatan yang diusung bersama Nasdem, Gerindra, PAN, Berkarya, PKPI, PKB, Perindo, dan Garuda. Yaatulo Gulo, Wakil Ketua DPC PDIP Nias Induk yang diusung bersama Golkar.

Lalu, ada nama Bobby Nasution, fungsionaris DPD PDIP Sumut yang diusung bersama Gerindra, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura, PPP, PSI, PKB, Gelora. Poltak Sitorus dan Tonny Simanjuntak, Fungsionaris DPC PDIP Tobasa yang diusung bersama Perindo dan PKPI. Waris, fungsionaris DPC PDIP Tanjung Balai. Terakhir Asner Silalahi, fungsionaris DPC PDIP Pematang Siantar yang diusung semua partai.

"Berarti kader murni PDI Perjuangan memang diyakini memberi harapan yang besar kepada masyarakat. Bukan hanya di Jatim tapi juga Sumut. Ini cerminan bahwa Sumut masih merah," kata Hasto.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...