Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

PBB Serukan Taliban Segera Hentikan Serangan di Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
A A A

New York - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan kepada Taliban untuk segera menghentikan rentetan serangan di wilayah Afghanistan. Guterres memperingatkan bahwa situasi Afghanistan kini di luar kendali.

"Ini adalah saat untuk menghentikan serangan. Ini adalah saat untuk memulai perundingan serius. Ini adalah momen untuk menghindari perang sipil yang berkepanjangan, atau isolasi Afghanistan," kata Guterres kepada wartawan di New York, Amerika Serikat (AS), seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/8/2021).

Para petempur Taliban berhasil merebut kota terbesar kedua dan ketiga di Afghanistan, pekan ini, dengan perlawanan dari pasukan pemerintah mulai runtuh. Situasi itu memicu kekhawatiran bahwa serbuan Taliban terhadap Kabul hanya dalam hitungan hari saja.

Guterres menyerukan semua pihak untuk melakukan lebih banyak hal demi melindungi warga sipil di Afghanistan.

"Sangat terganggu oleh indikasi awal bahwa Taliban menerapkan pembatasan parah terhadap hak asasi manusia di area-area yang ada di bawah kendali mereka, khususnya menargetkan wanita dan jurnalis," sebut Guterres dalam pernyataannya.

"Sangat mengerikan dan memilukan untuk melihat laporan bahwa hak-hak anak perempuan dan wanita Afghan yang didapatkan dengan susah payah telah direnggut dari mereka," imbuhnya.

Di bawah kepemimpinan Taliban tahun 1996 hingga tahun 2001 lalu, kaum wanita tidak bisa bekerja dan anak perempuan tidak diizinkan bersekolah, dengan para wanita harus menutupi wajah mereka dan didampingi kerabat laki-laki jika ingin pergi keluar rumah.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menuturkan pada Jumat (13/8) waktu setempat bahwa PBB tengah mengevaluasi situasi keamanan di Afghanistan 'setiap jamnya' dan memindahkan sejumlah staf ke Kabul, namun tidak mengevakuasi siapapun dari negara tersebut.

Dujarric menyatakan bahwa PBB memiliki 'jejak sangat ringan' di area-area yang kini dikuasai Taliban. PBB disebut memiliki sekitar 3.000 staf lokal dan 300 staf internasional di Afghanistan.

Laporan Associated Press menyebut bahwa Taliban sejauh ini telah menguasai 12 dari total 34 ibu kota provinsi di Afghanistan dalam serangan selama sepekan terakhir. Sementara laporan Arab News menyebut Taliban menyerbu area-area penting di Provinsi Logar yang berarti kelompok ini semakin dekat dengan Kabul.[]

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...