Praktisi Pendidikan, Drs. Ramli Rasyid, M.Si, M.Pd kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 6 Februari 2023 episode ke 49 Tahun ke 3 dengan tema: Siswa Berprestasi Gagal Sekolah di Mosa, Benarkah Ketua Komite Diduga Kongkalikong dengan Kepala Sekolah Soal Dana Sumbangan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

PB FAJI Apresiasi Arung Jeram PORA Pidie; Aceh Tengah Sapu Bersih Medali Emas

IMG-20221221-WA0029
A A A

ACEHIMAGE.COM - Pertandingan arung jeram PORA ke XIV berlangsung di wahana Lestari Adventure Dusun Pante

e Luah, Gampong Manee, Kecamatan Manee, Pidie, terlaksana dengan sukses dimulai 10-20 Desember 2022.

Ketua Technical Delegate (TD) Cabor Arung Jeram yang juga selaku ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Seluruh Indonesia (FAJI) Aceh, Hasballah Ismail Hasan SHut kepada awak media Rabu, 21 Desember 2022 mengatakan, di PORA ke XIV tahun 2022 ini, cabor arung jeram diikuti oleh 105 atlet dari 12 kabupaten/kota.

"Ada 4 nomor yang diperlombakan baik Putra maupun Putri yaitu Sprint, Head to Head, Slalom, dan Down River Race," sebutnya.

Perlombaannya berlangsung selama empat hari dimulai 17 sampai 20 Desember 2022.

"Alhamdulillah semua nomor perlombaan sudah selesai dengan baik. Dan untuk seterusnya kita segera mempersiapkan atlit-atlit Pelatda sesuai dengan hasil PORA ini untuk persiapan PON 2024 mendatang," ungkapnya disela-sela acara penutupan secara resmi kegiatan tersebut.

Ditekankan lagi, hasil PORA ini tentu menjawab pertanyaan atlit-atlit dan tim mana yang akan mengikuti Pelatda PON 2024.

"PON 2024 menjadi sejarah penting bagi arung jeram Aceh dan Indonesia karena untuk pertama kali dilaksanakan di ajang PON," ungkap Hasballah.

Turut hadir menutup agenda PORA cabor Arung Jeram tersebut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar (PB) FAJI, Irfan Bahtiar didampingi Joni Kurniawan serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam pidato penutupan dihadapan panitia, tim wasit serta tim peserta PORA Irfan mengapreasi pelaksanaan seluruh agenda even tersebut. Begitu juga lokasi pertandingan yang dinilainya sangat layak sebagai diselenggarakannya even besar sekelas PON.

"Saya bangga dengan lokasi ini, listrik dan akses jalannya bagus karena jalan nasional," pujinya dihadapan unsur Forkopimcam setempat.

"Fasilitasnya berkelas internasional, air sungai dan jeramnya stabil, kejernihannya terjaga," puji Irfan yang juga pengurus KONI pusat ini.

Dia juga memuji tim Aceh Tengah yang menyapu bersih perolehan medali emas sebanyak 8 medali untuk putra dan putri.

"Kalau Nasional itu tim Jawa Barat, kalau di Aceh tim Takengon Aceh Tengah. Prestasi itu bisa diraih tentu dengan latihan, latihan dan latihan," tegasnya disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Adapun rincian prestasi kontingen sebagai Juara Umum tim Aceh Tengah (8 medali Emas), disusul peringkat 2 Aceh Tenggara (3 Perak) dan peringkat tiga Bireuen (3 Perak).

Selanjutnya peringkat 4 Pidie (2 Perak, 2 Perunggu), peringkat 5 Banda Aceh (3 Perunggu), peringkat 6 Aceh Jaya (2 Perunggu) dan peringkat 7 Aceh Singkil (1 Perunggu).

Empat kontingen lainnya, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Timur dan Gayo Lues belum berhasil meraih medali ajang akbar se Aceh ini.

Komentar

Loading...