Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Ini Penyebabnya

Pasien Rawat di RSUD Teuku Umar Calang Menurun Signifikan Selama Pandemi

ANTARARSUD Teuku Umar Calang
A A A

ACEH JAYA - Jumlah pasien rawat dan berobat di RSUD Teuku Umar Calang selama pandemi COVID-19 menurun signifikan.

Kepala RSUD Teuku Umar Calang dr Eka Rahmayuli menyampaikan kalau selama pandemi jumlah pasien rawat menurun signifikan.

"Dari jumlah keterisian tempat tidur, kita hanya terisi selama pandemi ini hanya 10-15 persen yang sebelumnya 60 persen, itu sabgat jauh menurun signifikan," kata dr Eka Rahmayuli, kamis.

Ia menambahkan kalau penurunan tersebut akibat berkembangnya isu yang tidak jelas dimasyarakat, sehingga ini perlu diluruskan.

"Kami pihak Rumah sakit merasa miris dan sedih juga karena kondisi sekarang berkembang stigma di masyarakat yang seolah-olah RSUD meng COVID kan semua pasien," kata dr Rahmayuli.

Ia menyampaikan kalau pihaknya bisa membuktikan jika dari data dari bulan maret hingga bulan september hampir 3000 pasien rawat inap di rumah sakit dan hanya 38 yang kita rawat di penere kalau dipersenkan hanya 1,2 persen saja, tentu ini miris jika stigma di masyarakat yang menganggap 100 persen pasien COVID.

"Yang kita rawat di pinerepun belum tentu dia positif COVID dan kalau dia suspeck setelah di Swab hasilnya negatif langsung kita pindahkan ke ruang biasa, ini tujuannya untuk antispasi kita bersama,"kata dr Eka Rahmayuli.

Ia berharap tim gugus tugas dapat melakulan sosialisasi dimasyarakat terhadap stigma yang berkembang selama ini terhadap rumah sakit, petugas medis serta memberi pemahaman terhadap COVID-19 tersebut.

"Semoga dengan sosialisasi yang intens pemahaman masyarakat terhadap COVID-19 tersebut meningkat, kami juga berharap kepada masyarakat jangan mendengar isu-isu yang tidak benar,"kata dr Eka.

Ia menyampaikan kalau stigma yang tidak jelas terus berkembang akan berimbas juga kepada masyarakat sendiri yang seharusnya bisa berobat jika sakit ini bertahan dirumah di rumah.

"Yang kasian sekarang saat masyarakat sakit mereka takut ke rumah sakit sehingga mereka menahan sakit dirumah yang seharusnya bisa kita rawat satu atau dua hari dengan penanganan yang bagus dan sembuh," kata dr Eka Rahmayuli.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...