Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Pasangan Sesama Jenis di Aceh Dihukum Cambuk 77 Kali

Liputan6Ilustrasi algojo cambuk
A A A

BANDA ACEH - Dua orang pria yang merupakan pasangan sesama jenis di Aceh menjalani hukuman cambuk.

Pasangan gay tersebut ditangkap warga pada November 2020, di sebuah rumah kos di kawasan Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Keduanya dieksekusi hukuman cambuk masing-masing 77 kali setelah dipotong masa tahanan.

“Dua terpidana liwath divonis 80 kali cambuk. Namun setelah dipotong masa tahan 3 kali, masing-masing dieksekusi 77 cambukan,” kata Yuni Rahayu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Kamis (28/1/2021).

Menurut Rahayu, dua terpidana liwath yaitu MU (27) dan AL (29) terbukti melanggar jarimah liwath Pasal 63 ayat 1 Qanun Aceh 2014 tentang hukum jinayat. Sebelum dieksekusi, kedua terpidana telah menjalani proses persidangan di Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh.

“Terpidana mengikuti tiga kali proses persidangan, pertama sidang dakwaaan, pembuktian saksi, tuntutan dan putusan,” kata Rahayu.

Kedua pasangan gay itu awalnya diserahkan warga ke Wilyatul Hisbah Kota Banda Aceh untuk dilakukan penyelidikan.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan pelimpahan berkas, dua terpidana liwath disidang di Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh,” kata Rahayu.

Pantauan Kompas,com, kedua terpidana nyaris tumbang saat sabetan rotan mendarat ke bahu pada hitungan ke-20.

Terpidana merintih kesakitan hingga eksekusi sempat dihentikan beberapa saat oleh algojo.
Namun setelah tim medis menanyakan kondisi kesehatan para terpidana, algojo kembali melanjutkan cambuk.

Kedua terpidana dieksekusi oleh dua algojo secara bergantian.

Sementara itu, seorang wanita yang ikut menyaksikan prosesi cambuk di Taman Bustanul Salatin Kota Banda Aceh sempat jatuh pingsan.

Wanita itu diduga Ibu dari satu salah satu terpidana yang dihukum cambuk.

Sumber:KOMPAS.com
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...