Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Parlok PIA Dideklarasi, Ustaz Tengku Zulkarnain: Perkuat Kader Membangun Negeri

ISTIMEWADeklarasi Partai Islam Aceh (PIA).
A A A

BANDA ACEH - Salah satu partai politik lokal (Parlok) kembali lahir. Kali ini dideklarasikan parlok berorientasi islami yaitu Partai Islam Aceh (PIA).

Partai baru ini dideklarasikan di Gedung Serbaguna Asrama Haji Kota Banda Aceh, Sabtu (6/2/2021) pagi.

Acara tersebut turut menghadirkan Penceramah nasional dari Langkat, Ustaz Tengku Zulkarnain.

Ketua Umum PIA Dr Bustami Usman dalam acara tersebut menegaskan, Parlok PIA siap bersaing dengan Partai Nasional maupun Parlok yang sudah duluan hadir di Aceh pada pada Pemilu pada 2024. Karena itu pengurus pusat PIA telah membentuk semua pengurus PIA di semua Kabupaten Kota di Aceh.

“Semua Kabupaten Kota telah kita bentuk pengurus PIA. Sementara hanya untuk tingkat Kecamatan yang belum terbentuk. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan clear semua,” kata Bustami.

PIA selain akan bertarung pada Pilpres 2024 mendatangkan kata Bustami, PIA juga menargetkan perolehan suara di setiap daerah pemilihan (Dapil), paling tidak satu kursi untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk setiap wilayah.

“Target utama satu Dapil satu kursi DPRA, juga untuk DPRK. Nah ini tentunya, untuk memperoleh suara itu PIA harus berkerja keras, terhitung pasca partai ini kita deklarasikan,” kata Bustami optimis.

Menurut Bustami, sesuai visi partainya, PIA ingin menjadi partai pelopor untuk mewujudkan dan tegaknya syariat (Dinul) Islam di Aceh secara kaffah. "Jadi inilah visi partai kita,"tegasnya.

Sedangkan misi diemban dan ingin dicapai diantaranya mengawal dan mempertahankan akidah Islamiyah kaum muslimin di Aceh.

“Kita akan menjadikan partai ini sebagai alat perjuangan guna menegakkan syariat Islam melalui gerakan dakwah amar ma'ruf dan nahi munkar. Kita juga memperjuangkan aspirasi umat melalui lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif,” tuturnya.

Sedangkan tujuan dari pendirian PIA kata Bustami Usman adalah untuk menghimpun masyarakat Aceh dalam wadah partai politik Islam untuk mewujudkan Aceh makmur dan sejahtera (Baldatun Thaibatun Warabbul Ghafur).

“Dan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, adil dan amanah di semua lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Bustami Usman.

PIA harus memperkuat kaderisasi

Sementara Penda’I nasional asal Langkat, Ustaz Tengku Zulkarnain disele-sela deklarasi mengharapkan agar PIA dan Partai Islam lainya harus memperkuatkan kadernya untuk membangun negeri dengan Baldatun Thaibatun Warabbul Ghafur.

“Jadi samakan dulu visi dan misinya. Sehingga partai Islam itu kuat,” tegasnya.

Partai Islam termasuk PIA ini harus menjadi penyambung lidah umat islam dengan giat memperjuangkan hak-hak orang islam.

“Jadi Partai Islam harus menyatu, untuk memperjuangkan hak-hak dan Baldatun Thaibatun Warabbul Ghafur,” kata Ustaz Tengku Zulkarnain menyarankan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...