Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Mengaku Tak Diperhatikan

Paralegal P2TP2A Bener Meriah Mengundurkan Diri

istimewaPenyelesaiaan persoalan pengunduran diri paralegal
A A A

BENER MERIAH – Merasa tidak diperhatikan dan diayomi Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah, enam orang Paralegal P2TP2A Kabupaten Bener Meriah mengundurkan diri.

Keenam paralegal yang mengundurkan diri tersebut dinataranya, Sahwani, Ernani Muzaputri, Dwi Handayani, Ema Susanti, Zubaidah, dan Yusdarita. Dan secara serentak mereka mengundurkan diri melalui surat yang ditunjukan Ketua P2TP2A Bener Meriah tembusan Bupati Bener Meriah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan DPRK Bener Meriah pada hari Rabu, 9 Juni 2021 yang lalu.

“Alasan utama kami mengundurkan diri, selama ini kurangnya perhatian dari Pemerintah daerah Kabupatenda Bener Meriah terhadap paralegal. Sehingga kami yang bekerjasa sebagai paralegal mendapat kelelahan fisik dan fisikis,“ kata Sahwani saat dikonfirmasi acehimage.com, Jumat,11 Juni 2021.

Lebih lanjut dikatakan Sahwani, selama ini beban kerja yang diemban mereka cukup berat. Namun, gaji yang kami terima hanya Rp 300 ribu rupiah perbulan dan kami digaji secara triwulan. “ Kami kerja siang malam bahkan pernah hingga pukul 03.00 pagi,” ungkap Sahwani.

“Bahkan, setiap ada kasus kami wajib turun, jadi kapan siap BAP  baru kami pulang,“ Sambung Sahwani

Namun, setelah surat pengunduran diri itu kami layangkan sekira pukul 12.30 Wib pada tanggal 9 Juni, lantas pada pukul 14.30 wib Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Bener Meriah mengirimkan surat undangan pertemuan dengan Plt Bupati Bener Meriah pada hari Jumat, jelas Sahwani

“Penguduran diri kami tidak diterima oleh bapak Plt dan Plt Bupati Bener Meriah itu mendesak kami harus jumpa dengan beliau,“ ujarnya.

Dikatakan Sahwani, karena Plt Bupati memohon agar kami tidak mengundurkan diri, kami tidak dapat menolak. Namun, kami mengajukan syarakat yakni bersedia menjadi kembali menjadi  paralegal asalkan Pemerintah melakukan perbaikan baik dibidang intensif, jaminan keselamatan, jaminan kesehata paralegal.

“Pemerintah harus mengayomi paralegal, memperhatikan paralegal sepenuhnya karena paralegal adalah pendamping korban,“ Imbuh Sahwani.

Selama ini, bantuan baik dari Pusat, Provinsi, dan kabupaten semua disalurkan kepada korban. “Kami hanya mengurus semua keperluan korban hingga mengurus rengkening korban, sementara kami tidak dapat apapun,” tegas Sahwani.

Sementara itu, Plt Bupati Bener Meriah, Dailami  didampingi Seketaris daerah, Drs Haili Yoga Asisten I Setdakab Bener Meriah Drs Muklis Asistem III Armansyah dan Kepala Dinas P3AKB Bener Meriah Hj Susnaini menghadiri langsung pertemuan P2TP2A Bener Meriah.

Plt Bupati Bener Meriah, Dailami menyampaikan, bahwa dengan musyawarah segala persoalan dapat diselesaikan, begitu juga dengan hal ini apakah paralegal masih memberi peluang untuk tidak mengundurkan diri apabila dilakukan musyawarah dan paralegal menyanggupi.

“Dalam menyelesaikan masalah kita harus mengedepankan musyawarah, hal itu merupakan budaya masyarakat gayo dalam menyelesaikan setiap persoalan,“ kata Dailami.

Menyangkut keluhan paralegal selama ini, Dailami mengintruksikan kepada Sekda dan jajaranya agar dibahas dalam proses pengangran sesuai regulasi dan kebutuhan lapangan paralegal.

Menyikapi hal tersebut, Haili Yoga  mengingatkan bahwa pembahasan hari ini adalah untuk mencari solusi bukan untuk menerima pengunduran diri paralegal.

“Sebelumnya Pemerintah Daerah berterima kasih kepada paralegal atas apa yang telah  dilakukan selama ini, oleh karena itu kami selaku ketua TAPD bersama anggota akan membahas hal ini dan akan mengikutsertakan perwakilan paralegal dalam rapat anggaran untuk paralegal,” ujar Haili Yoga.

“Disamping juga akan dicarikan bantuan keuangan dari luar atau lembaga lain yang bersifat tidak mengikat,“ tandas Haili Yoga.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...