Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

DPR Aceh

Panggil Manajemen PT Solusi Bangun Andalas

MC DPR ACEHKetua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memanggil dan melakukan pertemuan dengan beberapa pihak terkait masalah tenaga kerja yang tidak lagi bisa bekerja di pabrik semen PT Solusi Bangun Andalas (SBA), di Lhoknga, Aceh Besar.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memanggil dan melakukan pertemuan dengan beberapa pihak terkait masalah tenaga kerja yang tidak lagi bisa bekerja di pabrik semen PT Solusi Bangun Andalas (SBA), di Lhoknga, Aceh Besar. Pertemuan tersebut dilakukan di ruang serba guna DPRA, Senin, (25/10/2021).

Adapun pihak yang dipanggil oleh DPRA adalah manejemen PT. SBA, PT. Bukit Energi Service Terpadu (BEST), PT. Shandong Licun Power Plant Tecnology (LNET), perwakilan pekerja, tokoh masyarakat Mukim Lhoknga, DPRK Aceh Besar, Bupati Aceh Besar, dan juga Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, didampingi Ketua Komisi V M. Rizal Falevi Kirani, Sekretaris Komisi V Iskandar Farlaky, Anggota Komisi V Muslim Syamsuddin, dan Anggota Komisi II Sulaiman. Selain itu, DPRA juga mengundang Rafli, anggota VI DPR-RI yang bertugas dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Para pekerja yang dirumahkan membuka 52 orang, awalnya mereka direkrut oleh PT LNET, sebagai rekanan PT SBA, untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di lokasi pabrik. Namun, ketika PT LNET tidak diperpanjang lagi kontrak sebagai rekanan oleh PT SBA, PT BEST yang menjadi rekanan tidak lagi bekerja untuk pekerja yang dulunya direkrut oleh PT LNET.

Padahal, 52 orang tersebut adalah pekerja yang sudah berpengalaman mengoperasikan mesin yang ada di PT SBA. Sejak 30 September 2021, mereka tidak bisa lagi bekerja di perusahaan yang menjadi produsen semen nomor 1 di Aceh itu.

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin menjelaskan pertemuan yang digelar tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya baik yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja maupun komisi yang ada di DPRA terkait para pekerja di PT SBA tersebut.

“Ini semata-mata bagian dari tanggung jawab kami memfasilitasi apa yang menjadi aspirasi dan harapan para pihak,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dalam pertemuan itu dia menjelaskan bahwa agenda Aceh dapat berjalan dengan baik tanpa prinsip-prinsip prinsip lokal dan kepentingan berkelanjutan sumber daya alam.

“Satu hal yang menjadi prinsip kita bersama dalam pengelolaan sumber daya alam di Aceh adalah pemanfaatan sumber daya alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di mana sumber daya alam itu berada,” kata Dahlan Jamaluddin. Dalam pertemuan itu Dahlan Jamaluddin memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk berbicara.

Dia mengatakan pertemuan itu fokus untuk mencari solusi terkait masalah pekerja. “Agar tidak berlarut-larut dan (hasilnya) menjadi pijakan kita semua,” kata Dahlan Jamaluddin. Solusi Bangun Andalas merupakan cucu perusahaan PT. Semen Indonesia, perusahaan plat merah yang merupakan induk seluruh pertambangan semen di Indonesia.

Begitu juga dengan Bukit Energi Service Terpadu, yang berada di bawah grup PT. Bukit Asam, anak perusahaan PT Inalum. Inalum adalah induk holding BUMN di bidang pertambangan.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...