Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Pameran Diskon Wisata Pulau Seribu Berakhir Besok

ANTARAWisatawan bermain jet ski di kawasan dermaga Pulau Pamuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.
A A A

JAKARTA- Walau berada tidak jauh dari Jakarta, tetapi belum banyak turis yang tahun mengenai destinasi wisata di Pulau Seribu.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, hanya 30 persen masyarakat Jabodetabek mengenal baik kawasan laut yang menjadi bagian dari wilayah DKI Jakarta tersebut.

Mengenalkan Pulau Seribu sebagai destinasi wisata tentu menjadi tugas dari pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, terutama kepada masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Dalam rangka promosi wisata Pulau Seribu, Sudin Pariwisata dan kebudayaan Kepulauan Seribu mengadakan pameran wisata 'Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu' di sejumlah mal besar di Jabotabek dan Bandung mulai dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2019.

Dengan pameran ini, diharapkan lebih banyak lagi wisatawan yang mengetahui tentang potensi wisata di Pulau Seribu.

"Pengamatan kami di beberapa mal yang sudah dilakukan respon masyarakat cukup baik, bahkan ada yang langsung booking di tempat. Acara ini kita harapkan, selain penjualan paket wisata, informasi tentang Pulau Seribu tersebar lebih baik untuk masyarakat Jabotabek dan sekitarnya," kata Cucu Ahmad Kurnia, seperti yang dikutip dari keterangan pers pada Sabtu (26/10).

"Mereka mungkin pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu, namun tidak tahu di sana ada atraksi apa saja. Padahal secara geografis letaknya lebih dekat dengan Jabodetabek dibandingkan Bali dan Lombok. Terlebih di tengah mahalnya harga tiket domestik, berkunjung ke Kepulauan Seribu tentu jatuhnya akan lebih murah," tambahnya.

Pameran ini diawali di Living World Alam Sutera pada 28 Agustus - 1 September 2019 dan saat ini tengah berlangsung di Mall Summarecon Bekasi dari 24 Oktober - 27 Oktober 2019.

Acara ini sendiri menggandeng para operator wisata di Kepulauan Seribu agar mereka pun dapat langsung bertemu masyarakat dan memperkenalkan produk-produk wisata menarik yang mereka miliki.

Tentunya, ajang ini pun menawarkan harga yang bersahabat, mulai dari paket memancing hingga paket menikmati olahraga air, seperti jetski, flyingboard, snorkeling, dan scuba diving.

Dino, salah satu peserta pameran yang bekerja untuk agen wisata, mengatakan pameran ini berhasil mendatangkan lebih banyak turis yang menggunakan jasanya.

Berdasarkan data yang ia miliki, tercatat ada kenaikan 50 persen pemesanan wisata ke Pulau Seribu.

"Kami berharap pameran seperti ini dilakukan secara rutin, mungkin bisa setahun dua kali. Karena bagi kita sebagai pelaku wisata, acara-acara seperti inilah yang diperlukan. Selain itu pameran ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang terus mengenalkan wisata baik kepada wisawatan lokal maupun internasional," kata Dino.

Hal yang sama juga disampaikan Rico, General Manager Resort Pelangi yang mengatakan pameran ini berdampak positif bagi perkembangan wisata yang di Pulau Seribu.

Banyak masyarakat yang hadir di pameran ini merasa kaget ternyata Pulau Seribu memiliki banyak hal menarik, tidak kalah dengan Bali atau Lombok.

Jumlah pengunjung yang menginap di Resort Pelangi kata Rico mengalami kenaikan, berdasarkan data yang ada kenaikannya hampir mencapai 50 persen ini tentu sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dihubungi terpisah, pengelola Pulau Bidadari, Dani mengatakan bahwa adanya pameran ini sangat baik sekali sehingga masyarakat tahu bahwa Pulau Bidadari sudah mulai aktif lagi dan adanya perubahan yang signifikan.

"Acara ini bagus, mereka jadi tahu bahwa ternyata Pulau Bidadari sudah aktif kembali, kita juga terus bersolek agar bisa menarik wisatawan hadir," tegasnya.

Dani menyarankan agar pameran ini dikemas lebih baik lagi, jadi bukan hanya sekedar pameran perlu diisi dengan hiburan seperti musik atau yang lainnya.

Jika perlu dilakukan sebulan sekali dengan lokasi berbeda.

"Omset kita lumayan setelah ikut pameran ini, data kami kenaikan mencapai 20-30 persen. Kami juga minta acara ini dikemas secara modern agar bisa menggaet anak-anak millennial. Sehingga minat mereka untuk wisata ke Pulau Seribu lebih tinggi lagi," ujarnya.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...