Sekretaris PMI Cabang Kota Banda Aceh, Syukran Aldiansyah Putra, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 16 Mei 2022 episode ke 77 Tahun ke II dengan tema: Kisruh Internal Meledak, Benarkah Ketua PMI Jual Darah Secara Diam-diam?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Aceh Jaya

Pacu Program Sekolah Penggerak

Mukhlis Paru.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh menggelar Kegiatan Sosialisasi Program Sekolah Penggerak Angkatan ke tiga yang diikuti oleh pengawas sekolah, kepala Sekolah SMA dan SLB. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Jaya. Kamis, 24 Februari 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 12 Kabupaten/kota sejak tanggal 23-24 Februari 2022 ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Jaya Rahadian SE MPd, dalam sambutannya Rahadian menyampaikan bahwa Sekolah penggerak merupakan program Kementerian Pendidikan yang harus didukung oleh Pemerintah Daerah tidak terkecuali di Aceh Jaya terutama kepala sekolah dan dewan guru sebagai pilar utama dalam memajukan Pendidikan.

Progam sekolah penggerak akan memperbaiki proses pembelajaran, capaian hasil belajar siswa, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sekolah, "Kepala sekolah harus ikut mendaftar sekolah penggerak sehingga pendidikan yang ada di Kabupaten Aceh Jaya ini bisa bersaing secara Provinsi bahkan Nasional, saya berharap kepala sekolah yang hadir hari ini harus memiliki semangat dan kontribusi yang tinggi terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Jaya. Kepala sekolah harus ikut melakukan  perubahan-perubahan dan bergerak menuju arah pendidikan yang lebih baik," kata Rahadian.

FOTO | Mukhlis Paru

Rahadian menambahkan, secara pribadi dan kelembagaan sangat mendukung terwujudnya program ini, kepada LPMP untuk tidak membandingkan Kabupaten Aceh Jaya dengan Kabupaten/kota lain yang sudah selangkah lebih maju dari kami, namun kami perlu dukungan penuh Bapak/Ibu dari LPMP dan semua pihak yang ikut terlibat dalam rangka memajukan pendidikan di Wilayah Aceh Jaya.

Sementara itu, drh Ratna Yulia MEd sebagai narasumber dari LPMP Aceh menyampaikan, Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program ini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. Ujarnya.

FOTO | Mukhlis Paru

Ratna Yulia menambahkan, Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Selanjutnya Nida Kurniati MPd menyampaikan, secara teknis persyaratan seleksi Sekolah Penggerak, dimana guru penggerak harus lulus seleksi dan mengikuti program pendidikan guru penggerak. Menariknya program ini bukan hanya untuk kepala sekolah negeri saja, tapi Kepala sekolah swasta juga berkesempatan mengikutsertakan tenaga pendidik di daerah untuk menjadi calon Kepala Sekolah Penggerak.

Ada (2) dua syarat atau kriteria yang harus dipenuhi dan diperhatikan untuk menjadi Sekolah penggerak, antara lain yaitu:

Kriteria Umum
Memiliki sisa masa tugas minimal satu kali empat tahun, melampirkan izin atasan (surat izin yayasan jika sekolah swasta dan pemda untuk sekolah negeri), melampirkan surat keterangan sehat dari dokter puskesmas atau Rumah Sakit dengan cap stempel, tidak sedang menjalani hukuman disiplin sedang dan atau berat, tidak sedang menjalani proses hukum.

Kedua Kriteria Khusus yaitu Kepala sekolah memiliki tujuan dan misi, Kepala sekolah mampu mengambil keputusan strategis, kepala sekolah mampu memimpin perubahan, kepala sekolah memiliki kemampuan pelatihan dan pembimbingan, kepala sekolah memiliki orientasi pembelajar, kepala sekolah memiliki daya juang dan resiliensi, kepala sekolah memiliki kematangan beretika, kepala sekolah mampu memimpin implementasi, kepala sekolah mampu mendorong inovasi. Untuk lebih jelasnya bisa diakses melaui laman klik. []

Kontributor:Mukhlis Paru
Rubrik:ACEHACEH HEBAT

Komentar

Loading...