Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Owner  Resto Arador “Sulap” Daerah Rawan Banjir Jadi Objek Wisata Air Panas

SamsuddinResto Arador
A A A

BENER MERIAH -  Sungai Wih Gile yang berada di Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah sebelumnya cukup terkenal dengan daerah rawan banjir.

Sebelum aliran sungai itu dinormalisasikan, masyarakat sepeturan aliran sungai Wih Gile itu selalu khawatir jika pada musim penghujan tiba. Pasalnya, sesuai dengan namanya Wih Gile yang artinya air gila sewaktu-waktu dapat meluap dan menimbulkan banjir bandang.

Peristiwa Air bah pernah terjadi pada tahun 2015 yang silam, yang mengakibatkan arus transportasi jalan nasional Takengon- Bireuen terputus akibat luapan air disertai material batu dan kayu me

Sempat terjadi air bah disertai material batu menyebabkan sungai Wih Gile itu meluap. Akibatnya sempat terjadi arus transportasi jalan nasional Bireuen – Takengon itu putus.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali luapan sungai Wih Gile tersebut, Owner (Pemilik ) Resto Arador Damaran Baru, Edi Zulkifli melakukan normalisasi aliran sungai Wih Gile tersebut sehingga dapat meminimalisir terjadinya pengikisan terhadap bantaran sungai itu.

Bahkan, untuk tahun 2022 mendatang, Edi Julkifli telah memperogramkan membagun wisata air panas di lokasi seluas 2 hektar tersebut dengan konsep modern.

“Kita akan membangun waterboom, homestay, pemandian air panas kelas ekonomi, dan juga taman wisata yang insyaallah mulai di banggun awal tahun ini,”kata anggota DPRK Bener Meriah itu kepada awak media, Kamis, 16 Desember 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk pemandian air panas nantinya juga dibanggun dengan konsep ramah anak. “Nanti kita juga akan membangun pemandian air panas  khusus untuk anak-anak, dan untuk masyarakat umum,” ungkap Edi.

Menurutnya, ide untuk “menyulap” daerah rawan longsor itu timbul dari pikiran sendiri serta saran dari kawan-kawannya yang melihat potensi wisata di kawasan tersebut. Pasalnya, daerah yang akan dikembangkannya itu memiliki tiga sumber air panas yang tidak dimiliki setiap daerah.

“Ini satu-satunya waterboom air panas di wilayah Sumatera dan Aceh, untuk itu kita akan membangunnya dengan semaksimal mungkin,” sebut Edi.

Dijelaskan Edi, dengan adanya wisata tersebut tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat disana serta menyerap tenaga kerja putra-putri masyarakat Bener Meriah.

Akibat pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat sangat berdampak di seluruh daerah tak terkecuali Bener Meriah. Untuk itu melalui wisata ini kita dapat membantu masyarakat untuk memulihkan perekonomiannya.

Oleh karena itu, untuk menarik wisatawan, objek wisata ini harus di bangun sebaik-baik dan semenarik mungkin salah satunya dengan membangun gapura dengan ciri khas Gayo. Tutur anggota dewan yang selama delapan tahun menetap di Bali.

“Mudah-,mudahan tahun ini objek wisata pemandian air panas moderen ini cepat selesai di banggun,“ imbuhnya []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...