Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pasca Kenaikan Harga BBM

Organda Bener Meriah Gelar Rapat Penyesuian Harga Pasir

SamsuddinRapat penyesuaian harga material Organda dan Galian C serta puluhan sopir dump truk Bener Meriah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi angkutan darat (Organda) Kabupaten Bener Meriah menggelar rapat dengan puluhan sopir Dump Truk dan perwakilan pengusaha galian C yang ada di Bener Meriah.

Rapat tersebut membahas penyesuaian tarif angkutan dump truk pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Senin, 5 September 2022 di Cuala kafe seputaran Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Rapat pembahasan penyesuaian tarif angkutan dump truk itu dipimpin langsung Ketua Organda Kabupaten Bener Meriah, Azwin yang didampingi Sekretarisnya Sahru dan Bendahara Abubakar Arirem.

Dari pantauan media ini, rapat tersebut berjalan cukup alot, sebab para sopir dump truk meminta kepada pengusaha galian C agar kenaikan harga material tidak terlalu membebankan masyarakat.

“Kami berharap pengusaha galian C agar tidak menaikan harga yang signifikan, sebab, selama ini kami sebagai supir sering di komplain masyarakat terkait harga pasir yang mereka nilai mahal, ”kata salah satu sopir dump truk itu.

Justru itu, kenaikan harga material ini harus dipertimbangkan, sebab, kalau harga dari galian mencapai 250 akan sangat berdampak penjualan kepada masyarakat. “Tentu kami juga akan menaikan ongkos gendong dan spare part mobil.

Sementara itu, Ramli perwakilan pengusaha galian C dalam kesempatan itu menyampaikan, berdasarkan kesepakatan para pengusaha galian C di Bener Meriah mereka akan menaikan harga materil 50 ribu/item baik batu maupun pasir.

Ramli merincikan, sebelumnya harga pasir di galian C untuk ukuran jumbo kita jual Rp. 200 ribu, setelah naiknya harga BBM kami akan menaikan ke harga 250, begitu juga dengan harga material batu dari Rp 250 akan naik Rp.300 ribu. Jelas Ramli.

“Ia, kalau kawan-kawan meminta turun dari harga tersebut tentu saya tidak dapat memutuskan karena harus menyampaikan kepada kawan-kawan pengusaha galian c lainnya. Sebab, hasil yang saya bawa hari ini adalah hasil musyawarah dan kesepakatan kami bersama,”ujar Ramli.

Guna menunggu kesepakatan harga material dari galian C, puluhan sopir dump truk Kabupaten Bener Meriah itu mengancam mogok kerja selama belum ada keputusan.

Sebelumnya, Ketua Organda Bener Meriah, Azwin menyampaikan,  kenaikan tarif  harga jasa angkutan  dump truck dan harga material harus disesuaikan agar tidak memberatkan masyarakat.

Intinya, melalui rapat ini mari kita mencari solusi terbaik dengan tidak merugikan dan memberatkan pihak-pihak lain. “Pemerintah telah resmi menaikan harga BBM subsidi, dan hal itu sudah tidak terbendung mau tidak mau harus dilakukan penyesuaian,”imbuh Azwin.

Namun demikian katanya, agar daya beli masyarakat tetap stabil harga yang ditetapkan bersama ini juga harus dikaji secara mendalam.” Kita tidak boleh memberatkan masyarakat agar daya beli masyarakat tetap stabil,”tegasnya.

Azwin mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan  audiensi bersama dengan Penjabat (Pj) Bupati Bener Meriah dan anggota DPRK. “ Dalam pertemuan itu kita menolak kenaikan harga BBM dan sudah membahas dampak yang ditimbul,”terangnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi memang sudah tidak dapat terbendung sehingga Organda dan Pemerintah daerah serta  DPRK berinisiatif untuk melayangkan surat kepada Presiden dan menawarkan beberapa opsi penanganan.

“Salah satu opsi yang kita tawarkan dalam penyesuain tarif angkutan dan harga material galian C yang disahkan melalui Perbup atau Qanun yang ada di kabupaten Bener Meriah,”timpalnya

Dalam surat tersebut ia juga berharap agar pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para sopir dan jasa angkutan yang tergabung dengan Organda dan Asosiasi pedagang Sayur. Papar Azwin.[]

Komentar

Loading...