Personel Satuan Reskrim Polres Aceh Timur menangkap pelaku diduga merampas telepon genggam seorang gadis di kabupaten itu serta memperkosanya. Kasubbag Humas AKP Muhammad Nawawi di Idi, Minggu, mengatakan tersangka berinisial SA (23) warga Tano Ano,[ Kecamatan Idi, Aceh Timur. Sedangkan korban berinisial LI (18), warga Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur.

Oknum Polisi Penganiaya Pria Gangguan Jiwa Ditahan

ISTIMEWADua oknum anggota Polsek Nurussalam sudah berada dalam Sel Propam Polres Aceh Timur. Minggu (25/05/2020).
A A A

ACEH TIMUR- Dua oknum anggota polisi yang melakukan penganiaya terhadap Ramlan (65 tahun) yang di duga mengalami gangguan kejiwaan kini ditahan oleh Propam Polres Aceh Timur.

Ramlan merupakan warga Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Seperti diketahui peristiwa yang terjadi pada Sabtu (23/5) lalu beredar cepat di media sosial.

Menyikapi peristiwa ini, Kepolisian Resor Aceh Timur melalui Sie Propam langsung mengambil tindakan cepat dengan mengamankan dua oknum polisi tersebut yang berinisial Brigadir R bersama Brigadir E.

"Iya saat ini mereka sudah di bawa ke Polres Aceh Timur dan dimintai keterangan," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK MH, Minggu (25/05/2020).

Dalam video berdurasi 20 detik yang viral tersebut, bermula saat Brigadir R bersama Brigadir E sedang melaksanakan tugas Kepolisian yaitu menghimbau kepada warga untuk tidak mudik, sekaligus melakukan pemasangan spanduk tidak mudik di Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam.

Tiba-tiba ada seorang warga yang bernama Ramlan (mengalami gangguan jiwa ) membentak dan memarahi kedua anggota polsek dengan berkata “mana duit saya dan tekenan nanti saya pukul tidak takut kamu polisi."bentak Ramlan.

Kedua angota polsek berusaha menghindar dan menjauh dari Ramlan, namun dengan tiba tiba Ramlan menarik baju anggota polsek dan hendak memukulnya. Melihat kejadian itu spontan Brigadir R menyerang Ramlan dan terjadilah pemukulan yang mengkibatkan beberapa luka pada tubuh Ramlan.

Kapolres menyebutkan, tindakan yang dilakukan oleh anggota Polsek Nurussalam tersebut tidak dibenarkan dan menyalahi Kode Etik Polri.

“Apapun alasanya tindakan yang dilakuan oleh anggota kami tersebut tidak dibenarkan. Sebagai anggota Polri harus menjunjung tinggi Kode Etik Polri untuk menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat juga memiliki kesabaran berlebih,"ujar Kapolres.

Secara tegas Kapolres juga menyatakan bahwa yang bersangkutan saat ini sudah diproses oleh Propam Polres Aceh Timur.

“Dua Oknum Polsek Nurussalam tersebut saat ini sudah dimasukkan ke sel Propam. Keduanya kami kenakan sanksi disiplin dan kode etik Polri. Tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK MH.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...