Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah. Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

Oknum PNS Nyabu Bersama Wanita di Peukan Bada, Ada Indehoi?

Dok PolisiPersonel opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh, menangkap oknum PNS berinisial AA (37) di sebuah rumah di Kecamatan Peukan Bada dengan seorang wanita
A A A

BANDA ACEH - Personel opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh, menangkap oknum PNS berinisial AA (37) di sebuah rumah di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (8/1/2021) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Bersama dengan tersangka AA, petugas kepolisian juga ikut meringkus YY (43) seorang wanita yang bukan pasangannya, warga Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur di rumah tersebut.

Dari penangkapan oknum PNS dengan wanita yang bukan mukhrimnya tersebut, personel mengamankan barang bukti (BB), dua botol minuman bersoda, dimana bagian tutupnya sudah dilubangi dan masing-masing lubang sudah dipasang pipet dan salah satu pipet terpasang pipa kaca.

Lalu, satu buah kotak rokok, didalamnya terdapat tujuh bungkusan bekas sabu-sabu yang sudah digunakan. Lalu dua sumbu serta tiga pipa kaca. Kemudian satu bungkus sabu-sabu seberat 0,11 gram serta satu bungkus ganja dengan bobot 14,77 gram.

BACA JUGA:Hasbi Abdullah Ternyata Inisiator Partai Islam Aceh

Sebelum oknum PNS itu ditangkap bersama YY, seorang wanita yang bukan pasangannya itu, mereka sudah duluan menggunakan sabu-sabu dua hari sebelumnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kasat Narkoba, AKP Raja Harahap SSos Sabtu (9/1/2021) menerangkan bahwa penangkapan AA dan YY seorang wanita, berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan ada pasangan yang dicurigai berada dalam satu rumah di Peukan Bada.

Begitu mendapat laporan itu petugas langsung bergerak ke lokasi. Ternyata, informasi itu benar dan saat digerebek petugas, tersangka AA dan wanita YY tidak dapat berkutik.

"Sebelum oknum PNS itu ditangkap bersama YY, seorang wanita yang bukan pasangannya itu, mereka sudah duluan menggunakan sabu-sabu dua hari sebelumnya, yakni Kamis dan Jumat (7-8/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB," kata Kasat.

Sehingga BB sabu seberat 0,11 gram, merupakan sisa yang belum sempat digunakan. Namun, untuk ganja yang ikut diamankan dari kedua tersangka belum sempat digunakan.

Dari keterangan oknum PNS itu, dua paket sabu-sabu berukuran kecil yang digunakan AA dengan wanita YY, dibeli dari seorang pelaku berinisial FL, seharga Rp 200 ribu dan diantar langsung kepada AA di Kecamatan Peukan Bada.

Sementara satu bungkus ganja dibeli dari AG (40) seharga Rp30 ribu. Kini kedua penjual narkotika itu sudah dimasukkan dalam DPO Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh.

"Di sisi lain, oknum PNS dan wanita YY yang ditangkap dalam satu rumah tersebut ada melakukan hubungan suami istri, sejauh ini masih didalami," pungkas AKP Raja.

Terhadap tersangka AA dan YY, dikenakan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 Ayat (2) Jo pasal 127 ayat (1) huruf a  dari UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara  selama 12 tahun.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...