Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Untuk Pertama Kalinya Mubes Ulama Aceh Dibuka Gubenur

Nova: Pemerintah Aceh Dukung Setiap Taushiyah dan Fatwa MPU Aceh

Humas MPU AcehGubernur Aceh Nova Iriansyah, membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) Ulama Aceh di Aula Tgk H Abdullah Ujong Rimba, MPU Aceh, Senin (7/3/2022).
A A A

ACEHIMAGE.COM - Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh akan mendukung setiap Taushiyah maupun Fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh saat membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) Ulama Aceh di Aula Tgk H Abdullah Ujong Rimba, MPU Aceh, Senin (7/3/2022).

"Setiap statement, Taushiyah apalagi Fatwa dari MPU, Insyaallah pasti akan didukung oleh Pemerintah Aceh," sebut Gubernur.

Lanjutnya, Fatwa MPU Aceh tentang haram bermain game PUBG, menurut Gubernur harus ada evaluasi.

"Saya berharap ada evaluasi, fatwa tentang PUBG misalnya. PUBG itu haram, Fatwa itu bukan Tausyiah. Tapi hari ini di warung-warung kopi, anak-anak kita, cucu-cucu kita masih main PUBG," tegasnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur memohon agar Mubes juga membahas strategi yang lebih inovatif untuk menghentikan fenomena kawula muda yang masih bermain game PUBG tersebut. Dirinya mengajak para ulama bersepakat dengan walikota dan para bupati untuk mencabut izin cafe-cafe yang menyediakan WiFi yang digunakan untuk bermain PUBG.

Disisi lain, dengan adanya keterwakilan perempuan dalam unsur anggota MPU Aceh, disamping unsur ulama dan unsur cendekiawan. Gubernur berharap agar unsur perempuan bisa lebih banyak dari sebelumnya. Karena menurutnya dengan banyaknya keterwakilan perempuan dalam kepengurusan MPU Aceh yang baru, setidaknya bisa lebih fokus dalam mengurangi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belakangan ini marak terjadi di Aceh.

Gubernur juga menyarankan melalui Mubes ini, tidak hanya berhasil memilih anggota MPU Aceh untuk masa bakti 2022-2027, tapi juga menghasilkan rumusan tausiyah Mubes untuk mendukung secara maksimal peningkatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah dan memperkuat pelaksanaan Syariat Islam Menuju Aceh yang bermartabat.

"Saya juga berpesan kepada pimpinan dan anggota MPU yang nanti kita kukuhkan dan menjadi pengurus yang defenitif agar lebih responsif menyikapi fenomena-fenomena dunia yang akhir-akhir ini dialami oleh umat muslim," tutup Gubernur.

Sebelumnya Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali menjelaskan pada Mubes kali ini nantinya juga akan merumuskan beberapa Taushiyah MPU Aceh.

"Mubes ini ada tiga agenda, yang pertama yaitu memilih anggota MPU baik utusan kabupaten/kota maupun utusan provinsi. Sesudah itu merumuskan program kerja. Dan juga merumuskan beberapa tausiyah kepada pemerintah kita," jelas Abu Faisal.

Menyikapi isu politik di Aceh saat ini, Abu Faisal juga menambahkan, Mubes Ulama Aceh kali ini juga akan mengeluarkan Taushiyah terkait penjabat gubernur di Aceh.

"Didalam mubes itu ada Taushiyah, jadi Taushiyah itu hal-hal yang terupdate juga kita lakukan misalnya seperti kita akan mengeluarkan Taushiyah tentang penjabat gubernur yang akan diutus oleh pemerintah nanti pada masa berakhirnya gubernur kita," tambah Abu Faisal.

Mubes Ulama Aceh kali ini, menurut Abu Faisal cukup istimewa. Karena untuk pertama kalinya Mubes Ulama Aceh dibuka langsung oleh gubernur.

"Pembukaan musyawarah besar ulama Aceh pada kali ini sesuatu yang cukup istimewa, karena seingat saya sudah tiga kali kita melaksanakan musyawarah besar, belum pernah ketiga kali itu dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Aceh," sebutnya.

Pada akhir sambutannya, Abu Faisal berharap kepada seluruh alim ulama agar dapat melaksanakan proses Mubes Ulama Aceh ini dengan aman dan tentram.

"Kami berharap musyawarah ini bisa kita laksanakan dengan damai, aman dan tentram. Bisa menghasilkan pengurus untuk lima tahun yang akan datang. Mudah-mudahan sebelum berakhir masa jabatan pak gubernur, SK untuk MPU lima tahun kedepan bisa beliau tandatangan," harap Abu Faisal.

Turut hadir dalam pembukaan Mubes Ulama Aceh ini, Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Prof Dr KH Noor Achmad MA, juga turut dihadiri unsur Forkopimda dan Sekda Aceh, Taqwallah serta instansi terkait lainnnya.[]

Rubrik:ACEHRILIS

Komentar

Loading...