Ketua Komisi VI DPR Aceh, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag menjadi narasumber peHTem edisi Senin 9 Agustus 2021 episode 63 dengan tema: Biaya Pendidikan Dayah MUQ Pagar Air Selangit, Kucuran Dana Dayah Aceh Kemana? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Posting Satwa Liar

Niat “Gaya Gaya” Di Medsos, SM Warga Bener Meriah Ditangkap Polisi

SamsuddinIptu Dr Bustani SH MH menunjukan barang bukti paruh burung Rangkong yang diamankan dari SM.
A A A

BENER MERIAH – Apes, SM (28) warga Kampung Batin Wih Pongas, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah meng-upload status dilaman  akun Facebook dan Instgaram.

Dalam laman Facebook bernama Ama Naufal Ama Naufal dan Instagram explore gayo, SM sedang berpose dengan seekor burung Rangkong (engang) Satwa liar dilindungi yang digantung dengan keadaan leher burung tersebut seperti disembelih.

Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Rekrim Polres Bener Meriah, Iptu Dr Bustani SH MH, Selasa, 29 Juni 2021 diruang kerjanya kepada awak media menyampaikan, pihaknya menangkap SM warga Kampung Batin Wih Pongas pada Sabtu (26/6/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut Bustani, termonitor oleh pimpinan bahwasanya, ada warga yang meng-upload di laman FB dan IG melakukan pemburaun satwa liar yang dilindungi. “Pimpinan memerintahkan kita untuk melakukan penyelidikan sebab, pimpinan kami terutama bapak Kapolda Aceh, Direktur Krimsus  sangat alergi terhadap pelaku pemburuan satwa liar,” kata Bustani.

Selanjutnya, kita melakukan penyelidikan untuk melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, dari hasil cloning dan pada saat deteksi di Kecamatan Permata sekira 40 kg dari Kota Bener Meriah. melalui CP kita mendeteksi pelaku kebetulan berada di Kecamatan Bukit, Kampung Batin Wih Pongas.

“Sejuah ini kita mengamankan SM, yang mengaku memposting di FB untuk gagah-gagahan (Gaya-gaya ) saja biar dikenal banyak orang, pun demikin kita tetap mendalami kasus ini apakah ada tersangka lain. Karena kita menduga ini suatu bentuk marketing teknik penjual,” ujar Bustani

Bustani menegaskan, penangkapan terhadap SM guna untuk menghindari perusakan lingkungan dalam jumlah besar yang dapat dikatagorikan ke Ekosida (penghancuran lingkungan besar-besaran) salah satunya pemburuan satwa liar yang dilindungi seperti burung yang diburu SM.

SM melakuan pemburuan di kawasan Kala Bugak, Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama selama tiga hari bersama kedua rekannya, A dan AJ. Namun, dalam perkara ini yang kita ambil adalah ketika seseorang memburu satwa liar yang dilindungi. “Jadi yang bertentangan dengan hukum adalah SM dan saat ini sudah diamankan di Polres Bener Meriah,” ujara Bustani

Dikatakan Bustani, atas  perbuatanya SM disangkakan dengan pasal 40 ayat 2, Juncto  pasal 21 ayat 2 hurup a,b,c UU RI nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE (Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem) dengan hukuman lima tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah itu menuturkan, Kenapa burung harus dilindungi, karena burung merupakan restorator alami bagi planet bumi sehingga dapat mencegah dari pemanasan global.  Kemudian dapat mencegah perusakan lingkungan hampir 80 persen.

“Burung saat bermigrasi mereka membawa bibit-bibit atau benih-benih tumbuh-tumbuhan sehingga tumbuhan tersebut tumbuh kembang,“ ungkap Bustan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...