Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Trauma dan Tak Sekolah Lagi

Nasib Gadis Dibawah Umur yang Diduga Diperkosa

NETIlustrasi
A A A

BENER MERIAH - Trauma, itulah yang dialami seorang gadis di bawah umur warga Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Dia merupakan korban dugaan pemerkosaan oleh dua orang laki-laki yang juga masih berusia di bawah umur.

Akibat kejadian itu, bukan hanya korban ibu korban juga sampai saat ini masih trauma atas peristiwa naas yang menimpa gadis kesayangannya tersebut. Hal itu sebagaimana disampaikan Ayah Korban, kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Katanya, istrinya yang mengalami sakit lumpuh sering merasakan ketakutan ketika melihat mobil yang datang kerumahnya.

"Jika melihat dan mendengar suara mobil istri saya ketakutan dan kadang-kadang meminta lampu listrik yang menyala dirumah disuruhnya untuk dimatikan," ujarnya.

Sedangkan anaknya, sejak kejadian itu, selalu murung dan enggan bergaul dengan teman-teman sebayanya bahkan tidak mau lagi pergi kesekolah karena merasa malu.

Kejadian yang menimpa anaknya, menurut ayah korban, terjadi pada bulan juni 2020 lalu, waktu itu siang-siang dia (anaknya) minta izin pergi kerumah temannya dan saya bilang jangan pulang sore-sore.

Namun sudah sore (dia) belum pulang, lalu ia pulang malam-malam diantar oleh kawannya tapi anak saya tidak mau masuk kerumah meskipun temanya sudah masuk. Terangnya sambil menangis menuturkan kepada wartawan.

“Setelah disuruh masuk lalu saya tanya ada apa, diam aja dia engak mau jawab kemudian kawanya menceritakan bahwa anak saya telah diperkosa,"ungkap ayah korban.

Menurut cerita ayah korban, Anaknya diperkosa oleh dua orang pelaku yang juga masih di bawah umur di seputaran lapangan pacuan kuda sengeda Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit pada bulan Juli 2020.

"Kasus yang menimpa anak saya, saat ini masih tahap persidangan secara tertutup di Mahkamah Syariah Kabupaten Bener Meriah. Persidanganya sudah dua kali dan kami pihak keluarga meminta pelaku dihukum seberat beratnya," pinta ayah korban.

Ayah korban juga merasa kecewa istasnsi perlindungan anak, lantaran tidak ada pendampingan dari pihak perlindungan anak dan perempuan Kabupaten Bener Meriah.

"Sebelumnya ada pengakuan anak kami ini akan didampingi, tetapi hingga persidangan kedua berlangsung tidak ada pendampingan selain dari Pemerintah kampung,“ kata Ayah Korban.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...