Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 6 Desember 2021 episode 31 Tahun ke II dengan tema: Setelah Berhasil Direbut, Mau dibawa Kemana PWI Aceh?, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Nama Wabup Dailami Pun Dicatut Soal Fee Proyek

wabup dailami
A A A

BENER MERIAH – Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami, tak luput dari isu miring setelah menyebarnya selebaran fee proyek di kabupaten tersebut. Dia disebutkan dalam selebaran tersebut turut menerima komitmen fee proyek tahun 2021, sama seperti tudingan terhadap Bupati Sarkawi.

"Bupati Bener Meriah Sarkawi menerima komitmen fee dari rekanan/kontraktor- kontraktor dan dari masyarakat yang mau mendapatkan pekerjaan proyek mulai dari tender sampai penunjukan langsung (PL)," bunyi selebaran tersebut.

Sama seperti sebelumnya, selebaran yang turut mencatut nama Dailami itu juga menjelaskan tentang dugaan peran tiga orang dekat Bupati Sarkawi sebagai perantara. Ketiga orang yang disebut sebagai jembatan penerima komitmen fee proyek tersebut adalah S, A dan SD.

"Uang tersebut dalam empat tas ransel, lebih kurang empat miliar dan diantarkan ke BRI induk Redelong oleh Sahrul pada Januari 2021," bunyi selebaran tersebut.

Sementara Dailami dituding menerima komitmen fee proyek dari tiga rekannya, yaitu S, P, dan A. Masih berdasarkan isi dalam selebaran itu menyebutkan fee tersebut kemudian dikumpulkan di Kantor PDAM Bener Meriah. "Komitmen fee yang dikumpulkan sebesar tiga miliar dengan kebutuhan untuk pembayaran janji politik kepada anggota DPR Bener Meriah pada saat pemilihan Wakil Bupati Bener Meriah yang lalu," bunyi selebaran yang menggemparkan Bener Meriah tersebut.

Terkait hal ini, Dailami selaku Wakil Bupati Bener Meriah mengatakan upaya tersebut merupakan politik pemecah belah antara dirinya dengan Bupati Sarkawi.

“Itu karena keharmonisan saya dengan Abuya. Jadi bagaimana ada pihak-pihak yang mau memecah belah kami, itu yang sebenarnya," kata Wabup Dailami saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 20 April 2021.

Selebaran yang beredar beberapa hari sebelumnya, menurut Dailami, tidak mencatut namanya sebagai penerima komitmen fee proyek di Bener Meriah. Namun, berbeda dengan selebaran yang ditemukan pada hari ini. "Ada nama saya yang tercatut," tegas Dailami.

Dailami menyebutkan, dalam selebaran itu ada setoran dana ke BRI kurang lebih empat miliar. Terkait hal ini, Dailami menganjurkan agar para pihak memeriksa CCTV BRI untuk mengetahui nasabah yang datang. "Uang yang dibawa dalam tas itu ada enggak, kan kita bisa lihat di CCTV," kata Dailami.

Dailami yakin selebaran yang disebar oleh orang tak dikenal itu bermotif politik. "Sebelumnya saya sudah menyampikan komitmen saya akan membantu Bupati, bekerjasama untuk membangun Bener Meriah. Tentu hal itu harus saya pertahankan," ujarnya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...