Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 8 Desember 2022 episode ke 32 Tahun ke 3 dengan tema: Rp13 Miliar Dana Titipan di BRA Siapa Nikmati? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Mulai Dari Kestabil Harga Hingga Permodalan, Keluhan Yang Disampaikan Petani Bener Meriah Kepada Bapanas

IstRombongan Sekretaris Bapanas yang didampingi Pj Bupati Bener Meriah meninjau tanaman cabe warga di Bener Meriah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Kabupaten Bener Meriah yang memiliki kultur tanah yang subur, sangat cocok menjadi sentra pertanian dan hortikultura.

Bukan hanya kopi, petani di Bener Meriah juga menanam sejumlah tanaman, mulai dari Tomat, Cabe, Wortel, Kol, bawang merah dan tanaman-tanaman lainnya.

Namun selama ini, yang kerap menjadi permasalahan yang dialami para petani di Kabupaten berhawa sejuk itu adalah ketidak stabilan harga, dan permodalan.

Hal tersebut langsung diungkapkan warga Bener Meriah kepada Sekretaris utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia, Sarwo Edhy saat meninjau tanaman warga di kampung Cekal, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Sabtu, 19 November 2022.

Setidaknya, ada tiga persoalan utama yang disampaikan para petani di Bener Meriah kepada Sekretaris Bapanas diantaranya, kestabilan harga cabai, masalah pasca panen dan akses permodalan petani.

Menanggapi keluhan warga Bener Meriah, Sarwo Edhy menyatakan siap membantu Kabupaten Bener Meriah dalam menstabilkan harga, dimana Bapanas siap memberikan bantuan biaya transportasi dan distribusi hasil pertanian Bener Meriah keluar daerah maupun keluar negeri.

Kemudian juga, masalah pasca panen yang melimpah yang mengakibatkan harga anjlok, Sarwo menuturkan siap memberikan bantuan alat produksi berupa pengolahan cabai menjadi serbuk atau alat pengolahan produk pertanian lainnya menjadi kemasan seperti yang dilakukan petani di Australia. Jelasnya.

“Kalau terkait permodalan, Pemerintah pusat melalui Kementerian pertanian menggelontorkan anggaran triliunan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) termasuk di Bank BSI dan Bank Aceh Syariah (BAS). Untuk itu pemerintah daerah harus memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui Dinas Pertanian,”terang Sarwo.

Terlepas dari hal tersebut, Sekretaris Umum Bapanas  tersebut mengapresiasi Kabupaten Bener Meriah dalam program penanganan stunting dan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan di Bener Meriah ini.

“Penanganan stunting merupakan tugas kita bersama, kami mengapresiasi program penanganan stunting di daerah ini, inovasi Bapak Asuh Anak Stunting dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam perlu dicontoh daerah lain,”imbuhnya.

Sebelumnya, kejadian rombongan Sekretaris Bapanas di Kabupaten Bener Meriah disambut hangat oleh Pj Bupati Bener Meriah di Pendopo Bupati setempat pada Jumat, 17 November 2022.

Kemudian, Pj Bupati Bener Meriah dan Pj Sekda Bener Meriah serta sejumlah Kepala SKPK mendampingi rombongan Sekretaris Bapanas untuk mengunjungi sejumlah lokasi di Kabupaten penghasil Kopi Arabika Gayo itu.

Pj Bupati Bener Meriah, Drs haili Yoga mengaku sejak kehadiran rombongan Sekretaris Bapanas kita sudah banyak berdiskusi terkait tentang daerah ini. “Tadi malam kami sudah banyak berdiskusi tentang Bener Meriah dengan bapak Sarwo Edhy, akan tetapi kami ingin para petani yang secara langsung menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian masyarakat selama ini,”timpal Haili Yoga.

Untuk itu, lanjutnya, dalam pertemuan dengan masyarakat di Kampung Cekal tadi, kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang selama ini mereka hadapi dalam dunia pertanian ini.

Mewakili Pemerintah daerah, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapanas yang telah hadir ke Kabupaten Bener Meriah dan melihat langsung kebutuhan yang diharapkan para petani. Pungkas Haili Yoga.[]

Komentar

Loading...