Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Rumah Warga Terancam Ambruk

Mukhtar Daud Tinjau Abrasi Sungai Jambo Aye

BULKHAINIAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Mukhtar Daud meninjau abrasi sungai Jambo Aye di Gampong Teupin Gajah
A A A

ACEH UTARA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Nangroe Aceh (PNA) Mukhtar Daud meninjau abrasi sungai Jambo Aye di Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Abrasi sungai Jambo Aye yang terjadi pada Jum'at pagi (4/12/2020) menyebabkan tiga rumah warga terancam ambruk ke sungai.

"Ketiga rumah warga yang terancam ambruk ke sungai diantaranya rumah Keuchik Teupin Gajah Muhammad Yusuf serta dua rumah warga yaitu Hasbi dan Sayuti,"kata Keuchik Tar sapaan akrab Mukhtar Daud di sela-sela Reses III tahun 2020.

Dikatakan Keuchik Tar, Kondisi saat ini akibat abrasi Sungai Jambo aye memang sangat rawan dan mengkhawatirkan, apalagi saat ini satu rumah warga sudah hampir ambruk ke sungai.

“Ini sudah sangat rawan, satu rumah milik Hasbi hampir ambruk ke sungai Jambo Aye dan ini harus segera ditangani,” ujar Keuchik Tar.

Ia meminta kepada Gubernur Aceh untuk segera menanganinya dengan memasang pengaman tebing sungai sepanjang 100 meter.

"Jika tidak ditangani secepatnya, tidak dipungkiri, tiga rumah warga akan ambruk ke sungai Jambo Aye, apalagi di saat musim hujan seperti ini, debit air di sungai Jambo Aye semakin tinggi dan air sungai pun sangat deras,"ungkapnya.

Sementara itu, Keuchik Teupin Gajah Muhammad Yusuf Kepada acehimage.com menyampaikan selama tiga tahun terakhir, abrasi sungai Jambo Aye semakin meluas.

"Tadi pagi sekitar pukul 9:30 WIB hujan deras melanda Gampong Teupin Gajah dan satu rumah yang berdampingan dengan rumah saya sekitar 6 meter tanahnya abrasi ke sungai, jika hujan tidak reda dikhawatirkan rumah mereka akan hanyut ke sungai,"jelas Keuchik Yusuf.

Oleh karena itu, Yusuf berharab agar Pemerintah Aceh maupun Dinas terkait untuk segera menangani abrasi sungai Jambo Aye sebelum rumah warga terbawa arus sungai.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...