Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Mukhtar Daud Bakal Alokasikan Dana APBA untuk Ternak Kambing

MD jenguk kambing
A A A

LHOKSUKON - Anggota Komisi III DPRA Mukhtar Daud dalam resesnya, turut meninjau pusat peternakan kambing Aceh Utara di Gampong Ceumpedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Selasa, 6 April 2021.

Politisi PNA lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Unsyik ini, siap mengalokasi dana bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peternakan.

Peternakan kambing dan domba di Ceumpedak telah dikembang sejak 2007. Ketika itu, Mukhtar Daud masih menjabat sebagai keuchik di sana.

"Awalnya, kita membantu warga Rp50 juta melalui dana desa," jelasnya.

Latar pendidikan Mukhtar Daud sebagai Sarjana Kedokteran Hewan turut mendukung kegiatan peternakan di Ceumpedak.

Saat ini, peternak telah memiliki seratusan kambing. Selain kambing, warga bahkan telah mengembangkan ternak domba.

Mukhtar Daud optimis usaha tersebut akan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat.

"Kebutuhan daging kambing tinggi di Aceh, sehingga peternakan kambing sangat potensial," tegas anggota DPRA yang sering dipanggil MD.

Selain untuk kebutuhan warung kari kambing, jenis hewan ini juga mudah dipasarkan pada musim Haji. Kambing sering dibeli untuk kebutuhan kurban.

Selain itu, warga juga membutuhkan kambing untuk akikah. Beternak kambing pun lebih mudah.

"Selain perawatan mudah, tingkat keberhasilan juga tinggi, " ujarnya.

Dia berharap masyarakat ikut mendukung program pemberdayaan ekonomi melalui peternakan kambing.

Kambing asal Gampong Ceumpedak, selain dipasarkan di Aceh Utara, juga telah dipasarkan ke daerah lain. Diantaranya, Banda Aceh, Sabang, Aceh Tengah dan daerah lainnya.

"Pemasarannya, sampai ke Aceh Besar," jelas Kepala Dusun Teungoh, Ceumpedak, Armia Yahya.

Menurutnya harga jual kambing berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per ekor. Sebagian bibit kambing dibeli di pasar hewan, harganya antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta."Setelah dipelihara selama tiga sampai empat bulan, kambing laku dijual Rp2 juta sampai Rp2,5 juta," tambah Armia.

Selama tiga bulan warga mengeluarkan biaya pakan jenis konsentrat rata-rata Rp150 ribu. Selain pakan konsentrat, warga juga menggunakan hijauan untuk kebutuhan pakan ternak kambing dan domba.

Warga setempat juga menjadikan kambing unggul sebagai pejantan, agar dapat menghasilkan bibit berkualitas.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...