Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Gelar Pendidikan Politik

Muda Seudang Diajak “Berperang Kembali” dalam Konteks Kekinian

Dok PanitiaPendidikan Politik untuk Muda Seudang
A A A

LANGSA - DPW Partai Aceh (PA) Kota Langsa menyelenggarakan Pendidikan Politik untuk DPW Muda Seudang yang merupakan Sayap Partai Aceh. Acara pendidikan politik ini berlangsung di Aula Hutan Kota Langsa, Selasa (2/2/2021).

Ketua DPW Partai Aceh Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE dalam sambutannya pada pembukaan pendidikan politik tersebut menyampaikan bahwa hadirnya Muda Seudang sebagai Sayap Partai Aceh di Kota Langsa menjadi estafet baru ditubuh Partai Aceh.

Muda Seudang Kota Langsa diharapkan mampu menjadi agent of change di Kota Langsa, bahkan menjadi motor penggerakkan perjuangan politik untuk kepentingan pemerintah.

“Aceh pada dasarnya punya modal besar untuk Pemerintah Indonesia contoh seperti yang sudah dilakukan Bappeda menjadi Bappenas, MUI yang diadopsi dari MPU Aceh, Norma Calon Independen menjadi norma hukum nasional dan dibolehkannya secara nasional di UU Pilkada,” ungkap Usman yang juga Walikota Langsa.

Disisi lain, Tgk Zulkarnaini Hamzah selaku Sekretaris Tuha Peut Partai Aceh yang juga ikut membuka acara mendorong kader Muda Seudang Aceh untuk 'berperang kembali' dalam konteks kekinian.

“Artinya kita harus berperang kembali dalam memerangi ketidakadilan ekonomi, ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, bahkan memerangi maraknya narkoba yang meracuni pemuda Aceh” ujar Tgk Ni, sapaan akrab Ketua Mualimin Aceh itu.

Dalam kesempatan lain, Muhammad Ridwansyah MH selaku Koordinator Pembentukan DPW Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa mengatakan bahwa ide pembentukan Muda Seudang Sayap Partai Aceh ini menjadi amanah pimpinan DPA-Partai Aceh, agar menjadi edukasi perpolitikan milineal Partai Aceh ke depan nya diseluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh.

Juga Agam Nur Muhajir selaku Ketua Umum DPP Muda Seudang Aceh mendorong agenda pembentukan DPW Kabupaten/Kota seluruh Aceh agar menjadi modal sosial untuk kedepannya dalam membangun Aceh.

“Semoga ini menjadi langkah awal kita berbuat untuk Aceh, kami ingin mengajak segenap pemuda/i Aceh terlibat langsung dalam membuat perubahan untuk menjadikan Aceh lebih baik,” ujar Agam.

Di siang harinya, pada sesi Pendidikan Politik Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa, Materi pertama di isi oleh Dr Usman Ibrahim selaku Dosen Sejarah Universitas Samudra yang menjelaskan Sejarah Aceh everything is all.

“Artinya catatan Sejarah Aceh harus menjadi pedoman bagi anak Muda Seudang ke depannya ketika memimpin. Karena Aceh selalu unggul dalam segala bidang, hal ini harus dipertahankan dengan baik ke depannya,” cetus Usman Ibrahim dalam sesi materinya.

Disamping itu, Ir Azhar Abdurahman, Sekretaris Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh menjelaskan bahwa Sejarah Partai Aceh itu penuh dinamika, pun juga amanah MoU Helsinki dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

“Kami berharap hadirnya Muda Seudang di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan cita-cita rakyat Aceh, menegakkan marwah bangsa, agama dan negara,” harapnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...