Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

MPU Bener Meriah Laporkan Akun Facebook Telege Linge ke Polisi

Tangkapan LayarPostingan akun Facebook Telege Linge
A A A

BENER MERIAH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bener Meriah secara resmi telah melaporkan akun facebook Telege Linge ke pihak kepolisian, karena status facebook Telege Linge yang diunggah pada tanggal 26 Desember 2020 dinilai telah membuat ketersingungan para ulama di Kabupaten Bener Meriah.

Atas postingan akun Facebook Telege Lingge tersebut, para ulama menilai itu sebuah penghinaan karena Tgk (Tengku) adalah sebuatan indentik dengan ulama, sementara sebutan untuk Reje adalah sebutan indentik dengan pimpinan.

Ketua MPU Bener Meriah, Tgk Almuzani saat dikonfirmasi, Selasa (29/12/2020) membenarkan pihaknya telah melaporkan akun tersebut ke ranah hukum yakni pihak kepolisian.

“Dengan hasil musyawarah para Tgk (ulama) Bener Meriah di kantor MPU, menimbang masukan dan aspek lainya maka akun tersebut sudah dilaporkan keranah hukum dalam hal ini kepolisian,"kata Tgk Almuzani.

Tgk Almuzani menyebutkan, pihaknya telah melaporkan akun tersebut kepihak kepolisian pada Senin 28 Desember 2020. "Dan kita telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menanganinya,"tegas Ketua MPU Bener Meriah.

Sementara itu, Armiadi selaku pemilik akun Facebook Telege Linge membantah telah melakukan penistaan ulama melalaui postingan pada status akun facebook miliknya tersebut.

Armiadi alis Telege Linge menyebutkan, status yang dia unggah dalam laman facebooknya adalah merupakan pribahasa atau tamsilan yang sama sekali tidak bersangkutan untuk melecehkan para ulama.

"Saya merupakan orang yang fanatik terhadap ulama, jadi jika ada yang melecehkan ulama maka saya sendiri orang yang pertama mencari dan mengejar pelakunya,"kata Armiadi.

Ia juga mengaku kecewa jika pimpinan MPU Kabupaten Bener Meriah memaknai postingan yang diunggah dalam status facebooknya adalah sebuah penistaan ulama.

“Jelas-jelas saya tidak menyebutkan ulama dalam postingan tersebut kenapa bisa mereka menyebut saya menistakan ulama,”ungkapnya.

Ia menambahkan, status yang dibuat bukan merupakan ujaran kebencian sehingga ia berharap tidak ada orang yang memaknai unggahannya itu sebagai pelecehan terhadap ulama.

Katanya lagi, dia membuat tamsilan yang dia unggah adalah untuk para Tgk yang tersandung kasus pencabulan, sedangkan tamsilan untuk Reje (Pimpinan) adalah oknum Reje yang tersandung kasus korupsi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...