Enam unit rumah di Desa Titi Mas, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara ludes terbakar, Senin (1/3/2021). Satu diantaranya merupakan rumah pribadi wakil bupati Aceh Tenggara. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. "Dalam kejadian kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB siang, api baru dapat dipadamkan setelah empat unit mobil damkar dikerahkan kelokasi kebakaran," ungkap Asbi.

Motif Pembunuhan Pedagang Diduga Ingin Kuasai Harta

SAMSUDDINKasatreskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim SH
A A A

BENER MERIAH – Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah mengamankan dua tersangka yang diduga pelaku pembunuhan Pedagang yang diduga dibunuh di puncak gunung Dusun Blang Terujak Kampung Tembolon, Kabupaten Bener Meriah.

“Kita sudah mengamankan dan menahan dua tersangka yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Hanafiah Amin yang merupakan warga Gampong Tunong Kreung Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara,"kata Polres Bener Meriah melalui Kasatreskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim SH, Senin (22/2/2021).

Iptu Rifki Muslim menyebutkan, tersangka JM (49) warga Bener Meriah diamankan dan telah ditahan di Mapolres Bener Meriah sejak 17 Februari, sedangkan tersangka yang satu lagi kuat dugaan turut membatu pembunuhan sudah diamankan semalam di wilayah hukum Polres Aceh Tamiang.

“Beberpa hari ini kita telah mencari-cari, dan alhamdulilah sudah ditemukan dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka AB warga Langsa yang saat ini sedang dalam perjalanan ke Bener Meriah,"kata Rifki.

Sedangkan kedua perempuan yang ikut bersama tersangka pada saat itu tidak tau korban dieksekusi karena mereka berada dalam gubuk, sementara korban dieksekusi diluar gubuk pada malam hari.

“Jadi dari keterangan kedua perempuan tersebut mereka tidak melihat sama sekali eksekusi pembunuhan itu,"kata Rifki.

"Motif pembunuhan itu sendiri dugaan kita korban ingin menguasai harta korban yang dimilikinya saat itu, seperti mobil korban, dompet, dan juga uang koran dibawa oleh tersangka,"sebut Iptu Rifki.

Rifki menceritakan awal perkenalan korban dengan tersangka, dimana korban adalah seorang pedagang membeli rempah-rempah seperti pinang, pada saat ketemu dengan tersangka kebetulan mereka menumpang.

“Tersangka itu duduk didepan dan teman-temanya yang tiga orang lagi duduk dibelakang, pada saat itu tersangka melihat ada uang karena korban kan mau dagang mau beli rempah-rempah dibelanjakan jadi uang korban ada sekitar 30 jutan,"terang Kasat.

Melihat uang itu, mungkin tersangka ini timbul niat ingin menguasai harta korban, jadi dibuatlah sekenario untuk memancing korban. Tetapi pada saat korban datang pada hari kamis korban sudah selesai belanja dia mampir ketempat yang biasa transit.

"Setelah dia mandi sekitar jam 19.30 wib di datang ketempat tersangka karena dipancing ditelpon-telepon disuruh datang dengan harapan korban ini ada membawa uang. Tapi pada saat dieksekusi di buang itu dan diperiksa dompetnya hanya ada uang yang tersisa Rp200.000 ribu,"

"Tersangka mengakui hanya melakukan pemukulan saja dengan benda tumpul dibagai kepala bagian belakang (tengkuk), dan setelah tidak berdaya korban dibuang kejurang,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...