Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Diduga Rem Blong

Mobil Dinas PPPAKB Seruduk Pengendara Sepmor Sebelum Terperosok ke Jurang

POLSEK BANDARSatu unit mobil terperosok ke jurang
A A A

BENER MERIAH - Diduga rem blong, mobil Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Bener Meriah kehilangan kendali dan menyengol sepeda motor Scopy yang dikendarai Suryani, sebelum mobil tersebut terperosok kedalam jurang sedalam kurang lebih kurang 5 meter.

Mobil APV jenis Grand Max yang dikumudikan oleh Sahdat (48) pegawai Dinas PPPAKB Bener Meriah warga Kampung Babussalam Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah tersebut membawa sebanyak 6 (enam) penumpang.

Adapun penumpang Mobil Dinas tersebut diantaranya, Widya Ramadhani (22) honorer Dinas PPPAKB, warga Kampung Tawar Sedenge, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Dyani Arkan (4) anak dari Widya Ramadhani, Wahdini (22) clening servis Dinas PPPAKB Bener Meriah warga Kute Kering, Kecamatan Bukit.

Selanjutnya, Novi Andriani (27) Honorer Dinas PPPAKB warga Kampung Mutiara Baru, Kecamatan Bukit, Zubaidah (50) warga Panji Mulia II, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah mengalami luka ringan, Dafa (6) anak Sahdat (sopir).

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK Melalui Kapolsek Bandar Iptu Agus, Rabu (24/3/2021) menyebutkan, telah terjadi laka lantas antara Mobil Grand Max ( Mobil Dinas PPPAKB ) Bener Meriah dengan Nomor polisi ( Nopol ) BL 209 dengan sepada motor Scopy BL 4555 ZAL.

Akibat peristiwa tersebut, Suryani pengemudi sepeda motor Scopy bersama anaknya mengalami luka berat dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Munyang Kute guna untuk perawatan .

“Suryani warga Kampung Bintang Bener, Kecamatan Bener Kelipah mengalami FX Tibia fibula dextra kanan, sedangkan anaknya mengalami luka pada bagian kepala dengan jahitan sebanyak 6 jahitan,"kata Iptu Agus.

Melalui keterangan tertulisnya, Iptu Agus menceritakan kronologis kejadian, diduga mobil dinas PPPAKB yang dikemudikan Sahdat mengalami rem blong yang datang dari arah Bener Kelipah tepatnya di Arul Gelep perbatasan antara Kecamatan Bandar dengan Kecamatan Bener Kelipah.

"Tiba dipenurunan tersebut, mobil mengalami rem blong sehingga supir membanting setir kekanan guna menghindari pembatas jembatan pada saat itu juga dari arah berlawanan tiba-tiba datang sepeda motor Scopy yang di kemudikan oleh Suryani membonceng anaknya,"katanya.

Akibatnya, terjadi sengolan antara mobil Grand Max itu dengan Sepeda motor Scopy sehinga tabrakan tidak dapat terelakan, lalu mobil tersebut masuk ke dalam jurang dengan kedalaman mencapai 5 meter lebih kurang.

“Untuk korban laka telah dibawa ke Puskesmas bandar guna penanganan medis dan selanjutnya di rujuk ke rumah sakit Muyang Kute," ujarnya.

Sementara, pengemudi dan penumpang mobil dinas PPPAKB itu hanya mengelami luka lecet. Saat ini sepeda motor tersebut di amanakan di Polsek Bandar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...