Dirlantas Polda Aceh, Kombes. Pol. Dicky Sondani, SIK, MH yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh, Kompol. T. Zainal Amri, SH, SIK menjadi narasumber peHTem edisi Senin 30 Mei 2022 episode ke 81 Tahun ke II dengan tema: Pelat Hitam Atau Pelat Putih?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Ikatan Dokter Indonesia

Minta Warga Perkuat PHBS Antisipasi Hepatitis Akut

IstimewaKetua IDI Aceh | Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes, Sp.OT
A A A

Apabila anak mengalami demam ataupun kondisi lemah hingga terlihat kuning, segera bawa ke dokter untuk memastikan dan melakukan langkah cepat agar tidak berakibat fatal bagi mereka

Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes, Sp.OT Ketua IDI Wilayah Aceh

ACEHIMAGE.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh meminta masyarakat untuk aktif menjaga anaknya dengan memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dalam mengantisipasi penularan hepatitis akut misterius.

“Peran kita menghadapi kondisi ini dengan memberi perlindungan maksimal khususnya kepada anak-anak agar terhindar dari tertularnya hepatitis misterius ini,” kata Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman di Banda Aceh. Rabu, 11 Mei 2022.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan kondisi penyakit hepatitis misterius di banyak negara, termasuk Indonesia. Kata dia, hepatitis terjadi begitu cepat dan dapat menyebabkan kematian.

“Di Indonesia sudah ada tiga kematian karena penyakit ini. Berbagai negara juga melaporkan peningkatan kasus, Inggris sudah mendeteksi lebih dari 140-an kasus, bahkan 10 dari kasus itu harus dilakukan transplantasi hati,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, penguatan PHBS sangat penting. Peran keluarga dan lingkungan sekolah perlu membiasakan anak untuk sering mencuci tangan, menghindari makan dengan piring, sendok dan gelas yang tidak terjamin kebersihan.

Kemudian, lanjut dia, perlu juga menghindari makan bersama bagi anak-anak di sekolah, menghindari bermain di playground, pusat keramaian anak, berenang di tempat yang ramai serta tidak memegang benda yang umumnya dipegang orang ramai.

“Apabila anak mengalami demam ataupun kondisi lemah hingga terlihat kuning, segera bawa ke dokter untuk memastikan dan melakukan langkah cepat agar tidak berakibat fatal bagi mereka,” katanya.

Saat ini, dijelaskan Safrizal, penyakit ini masih terus diteliti. Ada dugaan penyebabnya ialah adenovirus.

Namun, kata dia, dapat dipastikan gejala yang dialami mereka yang tertular meliputi demam tinggi, gangguan saluran cerna, perubahan warna urine dan juga perubahan warna tinja menjadi lebih pucat, kulit dan sclera mata menjadi kuning (joundice).

“Penyakit ini paling banyak menyerang anak di bawah usia 5 tahun, dan disampaikan tidak ada hubungan dengan vaksinasi COVID-19,” katanya.[]

Sumber:Antara
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...