Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Surat Jawaban Dianggap “Bodong”, Nasri Sebut Dailami Sebar Berita Hoax

SamsuddinLSM Garis Meriah dan PMII Bener Meriah gelar Konferensi Pers
A A A

BENER MERIAH – Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Garis Merah bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Bener Meriah akan membentuk tim investigasi.

Hal tersebut lantaran mereka merasa dilecehkan oleh Pemerintah daerah Bener Meriah melalui Pelaksana tugas ( Plt ) Bupati Bener Meriah, atas jawaban surat yang  mereka terima dari Pemkab Bener Meriah  tanpa adanya Kop surat, nomor surat, tanpa perihal dan tujuan.

“Pada aksi kita di DPRK Bener Meriah 21 Oktober 2021 yang lalu, kita menyampaikan tujuh tuntutan kita dan kita meminta Pemkab menjawab tuntutan tersebut secara tersurat. Namun, surat jawaban yang kita terima ditandatangani Plt Bupati Bener Meriah tersebut tidak ada kop,nomor, perihal dan tujuan,”ungkap Nasri Koordinator LSM Garis Merah, saat menggelar Konferensi Pers, Senin, 8 November 2021.

Menurut Nasri, dengan jawaban surat “bodong “ yang diterima pihaknya, Pemkab Bener Meriah melalui Plt Bupati, secara umum telah melakukan pelecehan terhadap permintaan hak mereka secara konstitusi sebagai warga negara masyarakat Bener Meriah dan tentunya hal itu tidak kita terima. tukas Nasri.

Ia menambahkan, terlepas surat jawaban tanpa kop atau tidak yang kita terima, hal yang menjadi perhatian kami ternyata isi surat jawaban tersebut jauh bertentangan dengan data yang kita miliki.

Untuk itu, sebagai uji petik pihaknya menjanjalin kerjasama dengan PMII Bener Meriah akan membentuk tim investigasi diberi nama tim pencari kebenaran dan kemaslahatan umat yang akan turun ke sekolah- sekolah untuk menginvestigasi ulang  seluruh data siswa selama tiga Minggu yang dimulai pada hari rabu mendatang.

“Hasil Investigasi ulang  yang kita lakukan ke 123 sekolah SD dan 57 sekolah SMP nantinya, ada dua poin penting yakni jika dalam kuesioner terbukti anggaran 22 miliar itu sesuai peruntukanya maka kita akan mengadakan seminar dengan mengundang stakeholder seperti pihak sekolah, Kejaksaan, dan kepolisian,”ucap Nasri.

“Poin kedua, seandainya ada indikasi kuat kearah tindak pidana maka kami bersama kawan-kawan PMII sudah sepakat akan melaporkan persoalan ini kepada pihak Kejari Bener Meriah,” sambung Nasri.

Sebab dengan jawaban Plt Bupati Bener Meriah melalui surat "bodong" tersebut kepada dua lembaga ini ( Red Garis Merah dan PMII ), kita menganggap Plt Bupati telah menyebarkan berita hoax kepada masyarakat tentu itu kita tolak. Tengas Nasri.

Karena jelas Nasri, dari data yang diberikan Plt Bupati Bener Meriah kepada pihaknya, hampir 80 persen dana yang 22 milyar tersebut tidak jelas peruntukannya, makanya kita butuh investigasi ulang untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Adapun jawaban surat Pemkab Bener Meriah atas 7 tuntutan LSM Garis Merah dan PMII Bener Meriah diantaranya.

Terkait transparansi gaji guru honorer Kabupaten Bener Meriah dalam surat tersebut dirincikan, jumlah guru honorer dan pegawai honorer sekolah di Bener Meriah berjumlah 1.646 orang terdiri dari, pegawai non PNS sekolah sebanyak 351 orang, guru kontrak PAUD/TK 282 orang, guru kontrak SD 602 orang, dan gurun kontrak SMP 411 orang.

Sesuai surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah tahun 2021 ditetapkan, setiap guru honorer menerima gaji pokok setiap bulan sebesar Rp 200 ribu rupiah, dan dan tunjangan jam mengajar Rp. 6,000 per jam. Dan pembayaran gaji honorer sudah dilakukan selama 7 bulan mulai dari November 2020 hingga Mei 2021.

Sedangkan terkait evaluasi kinerja Kepala Dinas pendidikan Bener Meriah, dalam surat tersebut menyebutkan, badan pertimbangan jabatan dan kepegawaian (Baperjakat) Kabupaten Bener Meriah melakukan evaluasi dalam waktu dekat.

Selanjutnya terkait transparansi dana bos, jumlah pagu dana BOS Kabupaten Bener Meriah Bener Meriah lebih 22 milyar dengan penerima dana BOS terdiri dari, SD 123 sekolah dengan total 16.252 siswa,  dana BOS untuk SD lebih dari 15 miliar, sedangkan SMP sebanyak 57 sekolah jumlah siswa 5.168 dan untuk SMP dana BOS lebih 6 milyar.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...