Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri ST, narasumber peHTem edisi Kamis 24 Juni 2021 episode 50 dengan tema: Dewan Partai Aceh Sibuk Pokir, Peringatan Muzakir Manaf Serius atau Sensasi?, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Korupsi Dana Bansos COVID-19

Menteri Sosial Tersangka, KPK Minta Segera Menyerahkan Diri

Menteri Sosial Juliari P Batubara
A A A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait bansos COVID-19.

Juliari tidak sendiri, karena KPK juga menetapkan empat orang tersangka lain.

Dikutip dari detik.com, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kasus tersebut bermula dari informasi terkait adanya dugaan penerimaan uang oleh sejumlah penyelenggara negara yang diberikan oleh Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke kepada Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono dan Mensos Juliari Batubara.

Sedangkan khusus untuk Juliari, pemberian uang melalui Matheus Joko Santoso dan Shelvy N selaku sekretaris di Kemensos.

“Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 WIB di salah satu tempat di Jakarta,” kata Firli Firli Bahuri saat jumpa pers di gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020).

KPK menyita duit senilai Rp 14,5 miliar dalam OTT yang menjerat pejabat Kemensos. Uang itu ditemukan dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing.

Sebelumnya Uang itu telah disiapkan Ardian dan Harry di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung.

Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp 14,5 miliar.

“Selanjutnya Tim KPK langsung mengamankan MJS, SN dan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 Miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Firli.

Dari OTT ini, KPK menemukan uang dengan sejumlah pecahan mata uang asing. Masing- masing yaitu sekitar Rp 11,9 miliar, sekitar USD 171,085 dan sekitar SGD 23.000.

“Kami imbau, kami minta, kepada para tersangka, saudara JPB dan saudara AW, untuk kooperatif dan segera mungkin menyerahkan diri kepada KPK,” kata Ketua KPK.

Selain JPB, KPK pun menetapkan lima orang tersangka yaitu yang diduga sebagai penerima

1. Juliari Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos).

2. Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos

3. Adi Wahyono Diduga sebagai pemberi

4. Ardian IM selaku swasta dan

5. Harry Sidabuke selaku swasta.

Mareka disangkakan melanggar UU korupsi yaitu Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ini sosok Juliari Peter Batubara

Dikutip dari situs Kementerian Sosial, Minggu (6/12/2020), Juliari Batubara lahir di Jakarta pada 48 tahun silam tepatnya 22 Juli 1972. Juliari besar di Jakarta dan melanjutkan kuliah di Amerika Serikat.
Juliari Batubara lebih dahulu meniti karier di bidang swasta.

Pada tahun 2014, politikus PDIP ini terpilih menjadi anggota DPR dan juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR.

Dia lalu terpilih kembali menjadi anggota DPR di periode berikutnya pada tahun 2019 dan sempat duduk sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR.

Posisi ini tak lama diemban Juliari Batubara karena dia kemudian ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Sosial.

Berikut perjalanan pekerjaan dan karier Juliari P Batubara dikutip dari situs Kemensos:

Riwayat Pekerjaan Juliari P Batubara
1998 - 2000, Marketing Supervisor & Business Development Manager, PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia 2000 - 2003, Commercial Division Head, PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia 2003 - 2012.

Direktur Utama PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia 2003 - 2019, Komisaris Utama PT. Arlinto Perkasa Buana 2005 - 2019, Komisaris Utama PT. Tridaya Mandiri 2014-2019,

Selanjutnya sebagai anggota DPR Republik Indonesia 2016 - 2019, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen
2019, Wakil Ketua Komisi XI DPR Republik Indonesia 2019 sekarang,  Menteri Sosial

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...