Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Ampon Aiyub

Mengubah PDAM Tirta Daroy Rugi Menjadi Untung

FOTO | ISTIMEWADirektur PDAM Tirta Daroy | H. T. Novizal Aiyub, SE, Ak
A A A

Penilaian satu Perusahan Daerah (PD) berhasil bukan dilihat seberapa besar menyetor dana untuk Pendapan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Banda Aceh

H. T. Novizal Aiyub, SE, Ak Direktur PDAM Tirta Daroy

BANDA ACEH - Siapa yang tidak kenal dengan H T Novizal Aiyub SE Ak Selain bicaranya blak-blakan, Ampon Aiyub begitu namanya disapa, juga lihai mengelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Lihat saja, pernah menjadi Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, selanjutnya dipercaya memimpin PDAM Tirta Daroy Banda Aceh.

Ketika 2015 lalu, Walikota Banda Aceh, Hj Iliza Sa’duddin Djamal memberi amanah pada Ampon Aiyub guna mengelola manajemen PDAM Tirta Daroy.

Meski tak seluruhnya berubah drastis, namun ditangan Ampon Aiyub, manajemen PDAM Tirta Daroy terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Bahkan, penyambungan instalasi baru terus bertambah hingga menyentuh angka 80 persen lebih dari jumlah penduduk Kota Banda Aceh ketika itu.

Bigitupun, saat Illiza Saa’duddin Djamal tak lagi menjadi Walikota Banda Aceh, jabatan Ampon Aiyub juga tak goyah dan masih dipertahankan. Dia kembali dilantik sebagai Direktu PDAM Tirta Daroy Banda Aceh periode 2019-2024, oleh Wakil Walikota Banda Aceh, H Zainal Arifin, Jumat (10/5/2019).

Duduk dua periode duduk sebagai Direktur PDAM Tirta Daroy, tak membuat Ampon Aiyub berpangku tangan. Secara bertahap, perbaikan disegala bidang terus dilakukan. Alhasil, keadaan PDAM Tirta Daroy dari rugi dalam waktu puluhan tahun menjadi untung dan menjadi PDAM paling sehat di Aceh.

“Penilaian satu Perusahan Daerah (PD) berhasil bukan dilihat seberapa besar menyetor dana untuk Pendapan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Banda Aceh. Tapi, bagaimana membuat perusahaan ini sehat dan melayani masyarakat hingga mereka puas dengan layanan kita,”kata Ampon Iayub pada media ini, di Banda Aceh, Rabu (31/7/2019).

Ampon Aiyub menjelaskan, sejak 2018 lalu, PDAM Tirta Daroy telah memperoleh laba sebesar Rp. 7 miliar. Namun, ketika dipotong dengan pembiayaan teknis dari dana APBK dan Dana Otsus, laba sebesar itu belum mampu menutupi pengeluaran tadi.

“Pada Februari 2019, PDAM Tirta Daroy rayakan HUT ke-44, dua tahun terakhir mulai berlaba, meski angkanya tidak terlalu besar, masing – masing Rp2 miliar dan Rp7 miliar. Kondisi sekarang sudah mulai bagus. Ini adalah perusahaan pelayanan, tidak dibuat untuk mencari keuntungan dari masyarakat yang kita layani,” terang Ampon Aiyub
Nah, terkait dengan setoran PAD, menurut Ampon Aiyub, jika PDAM Tirta Daroy telah sehat, maka dengan sendirinya akan menyetor PAD.

Apalagi, PAD tersebut akan digunakan untuk pemebangunan Kota Banda Aceh. Namun, katanya, menyetor PAD itu juga punya aturan.

Misal, keuntungan yang diperolah harus dipotong dulu dengan pengeluaran, walaupun, pengeluaran tersebut bersifat hibah dari Pemko Banda Aceh dan Pemerintah Aceh.

“Lalu, yang disetor itu adalah 50 persen dari keuntunga. Jika tidak, maka akan menjadi temuan Inspektorat. Kami tidak mau menjadi temuan,” tegasnya.

Ampon Aiyub berjanji akan terus berkerja keras guna mengatasi seluruh tantangan, terutama penyediaan air minum yang bersih, dan terus menambah pelanggan baru hingga 100 persen. Sehingga, akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

“Saya beranggapan, karena perusaan ini bergerak dibidang pelayanan warga. Maka, warga adalah raja, karena mereka adalah konsumen kita. Saya juga dapat memahami adanya kritikan, karena, kami menyadari, pelayanan yang kami berikan tidak bisa memuaskan semua orang,” ulasnya.

Editor:AK Jailani
Wartawan:AK Jailani
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...