Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar memiliki tugas baru, mareka diminta oleh pimpinan daerah untuk mendaftar (membuat) akun medsos Instagram. Permintaan Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali kepada ASN dan tenaga kontrak tertuang dalam surat edaran (SE) yang bernomor 480/2636/2020.

Masyarakat Kampung Kute Kering Hancurkan Kantor Reje

SAMSUDINKantor Reje Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Aksi pengerusakan Kantor Reje (Kepala) Kampung di Kecamatan Bukit kembali terulang, dimana sebelumnya dua kantor Reja Kampung di Kecamatan Bukit yakni Kampung Blang Tampu dan Blang Panas diobarak abrik masyarakat disana.

Peristiwa itu juga dialami Kantor Reje Kampung Kute Kering Kecamatan Bukit, warga yang didominasi kaum ibu-ibu mengamuk dan memecahkan kaca jendela baigain depan, Senin (1/6/2020)

Menurut penuturan beberapa warga Kampung Kute Kering, aksi mereka dipicu akibat ulah temperamental sang Reje Kampung yang saat ditanya terkait masalah bantuan baik ketahanan pangan maupun BLT yang bersumber dari dana tiba-tiba marah dan memukul meja.

"Kami datang menanyakan terkait ketahanan pangan, dimana tetangga kami yang berumah di kampung Kute Kering sudah memulai menanam seperti ubi di dalam karung dan habis itu mereka dapat uang lantas kami pun menanyakan pada Reje namun malah memukul meja oleh sebab itulah masyarakat pun ngamuk," papar Lia salah seorang warga disana.

Beberapa emak-emak lainya menambahkan, selama ini juga mareka menilai Reje Kampung tidak transparan terhadap anggran dana desa Kampung Kute Kering.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bukit Ismail saat dikonfirmasi awak media mengatakan, untuk Kampung Kute Kering persoalanya bertubi-tubi, ada masalah pelayanan admistrasi oleh aparatur dinilai masih lambat dan kurangnya ketransparasian dari pada Reje kampung dalam mengelola angaran dana desa.

"Selain itu, masyarakat mengaku juga kurang dilibatkan dalam musyawarah dana desa. Terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) kita sampaikan kepada masyarakat kenapa tidak semua bisa mendapatkannya, alhamdulilah setelah kita jelaskan masyarakat dapat memahami"ungkap Ismail.

Kepada masyarakat, mengenai bantuan ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa juga telah disampaikan bahwa sedang menunggu juknis yang disedikan oleh Pemerintah dan kemudian Reje Kampung dan camat untuk menyiapkan juknis tersebut.

"Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan ketahan pangan yang senilai 500 ribu/KK itu disalurkan bukan dalam bentuk uang cash,"tegas Camat.

Misal, sambung Ismail, sudah ada masyarakat dibeberapa Kampung yang sudah terlanjur menanam satu rante atau dua rante maka itu yang digantikan dengan uang 500 ribu untuk pupuknya.

“Bukan hanya menanam beberapa tanaman didalam karung terus dibayar dengan uang bukan seperti itu,"tegas Ismail.

Ismail mengaku bahwa dirinya baru beberapa hari menjadi Camat di Kecamatan Bukit, tentunya belum sepenuhnya ia mengetahui segala persoalan yang terjadi diwilayahnya. Kendati demikan ia akan terus semaksimal mungkin untuk menyelesaikan segala persoalan yang terjadi di Kecamatan Bukit.

“Untuk itu, mulai besok kami akan mulai mendatangi kantor Reje kampung untuk mengevaluasi apa yang menjadi persolan selama ini di Kampung-Kampung,"ucap Ismail.

Terkait persoalan di Kampung Blang Tampu dan Blang Panas yang sempat menghancurkan beberapa fasilitas kantor Reje kampung disana, dikatakan Ismail sudah selesai.

"Setelah memediasi dan bermusyawarah dengan mereka semua sudah klelir dan masyarakat sudah menerima penjelasan dan mareka mengp-iyakan akan menanam bukan lagi menuntut dalam bentuk uang program ketahan pangan,"papar Ismail.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...