Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Rayakan Idul Adha

Masyarakat Aceh-Surakarta Adakan Silaturahmi

ISTIMEWAMasyarakat Aceh-Surakarta melakukan foto bersama
A A A

SURAKARTA – Menyambut hari raya idul adha 1441 hijriyah kali ini, masyarakat Aceh-Surakarta menggelar silaturahmi sekaligus pemotongan hewan kurban dan kenduri dengan memasak daging hewan kurban. Hewan kurban merupakan sumbangan salah satu warga Aceh di perantauan.

Acara yang bertema “Silaturahmi Warga Nanggroe di tengah Mitigasi Pandemi Covid-19 & Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1441 H" dilaksanakan di Gerai Coffe Jajar, Minggu (02/8/2020).

Menurut Wellizar, Pengurus Yayasan Masyarakat Aceh Surakarta, dengan adanya pertemuan dan silaturahmi seperti ini, diharapkan kepada Warga Nanggroe (Aceh-red) di perantauan khususnya Solo Raya untuk dapat saling mendukung, baik secara materil, moril maupun sprituil. Terlebih, karena pandemi yang terjadi dari akhir tahun lalu berimbas terhadap kondisi ekonomi, sehingga diharapkan dengan adanya silaturahmi, sesama Warga Nanggroe bisa saling bantu meringankan beban sesama, saling mendukung dan memberikan motivasi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Masyarakat Aceh, Adi Fa mengucapkan terima kasih yang sangat mendalam kepada seluruh Warga Nanggroe yang telah berhadir di acara ini,

"Alhamdulillah, walaupun di tengah situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, cukup banyak menguras tenaga semua pihak. Dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat, saya yakin semangat silaturahmi dapat terjaga," kata Adi Fa.

Selain itu, lanjut Adi Fa, kekompakan akan tetap tetap bisa dibangun untuk terus saling mendukung dan berbagi, tanpa mengurangi makna Hari Raya Idul Adha itu sendiri.

Dalam pertemuan ini turut hadir sejumlah tokoh masyarakat Aceh, Razali Ismail Ubit, Sayed Ismail, Kepala Daerah Imigrasi Surakarta, Asraruddin,, Petani Aceh di Solo, Ustad Rahmad, Tgk Arief Fauzi, Pimpinan Pesantren Aceh, Mayor Reza Syahputra, Mayor Fahrul dan Mahasiswa Aceh Ziyad, Muklas serta Maidatul Akmal.

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...