Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Massa PB PMII Bakar Ban dan Lempar Telur Busuk ke Gedung KPK

CNN INDONESIAPuluhan peserta aksi massa PB PMII menggelar unjuk rasa di Gedung KPK mendesak pemberhentian komisioner saat ini dan segera melantik pimpinan terpilih.
A A A

JAKARTA- Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melemparkan telur busuk, air mineral, hingga bakar ban dalam aksi demonstrasi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/9).

Pantauan CNNIndonesia.com pukul 17.40 WIB di lokasi, puluhan kader PB PMII melangsungkan unjuk rasa dengan mengibarkan bendera berwarna kuning bertuliskan PB PMII.

Puluhan peserta aksi itu mulai berdatangan sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Massa aksi PB PMII merusak kawat besi yang sudah disiagakan sebelumnya oleh kepolisian.

Sementara petugas kepolisian masih berjaga mengamankan jalannya unjuk rasa. Dalam orasinya, Sekretaris Jenderal PB PMII Sabolah Al Kalamby menilai KPK telah membuat narasi sesat dengan menyebut mereka dan pihak yang selama ini pro dengan Revisi Undang-undang KPK adalah pembela koruptor.

"KPK telah membuat citra siapa yang berdemonstrasi merupakan pembela koruptor," seru Sabolah di atas mobil komando di halaman Gedung Dwiwarna KPK.

Terdapat sejumlah tuntutan dalam unjuk rasa yang dilakukan oleh PB PMII. Pertama, meminta KPK tidak menjadi alat politik oknum dan kelompok tertentu.

Kedua, mendesak pemberhentian secara tetap pimpinan KPK periode 2014-2019 dan segera lantik pimpinan KPK periode 2019-2023.

Mendukung pengesahan UU KPK hasil revisi oleh DPR juga menjadi salah satu tuntutan mereka.

"Mendesak wadah pegawai KPK dibubarkan," tambah Sabolah.

Sampai berita ini dipublikasikan, massa aksi PB PMII masih berada di halaman gedung merah putih KPK.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...