Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Masjid Raya Bandung Dukung Toa Diatur: Ada yang Sakit atau Istirahat

ANTARAKetua DKM Masjid Raya Bandung respons Surat Edaran Menteri Agama yang mengatur tentang penggunaan pengeras suaradi masjid dan musala.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja mendukung Surat Edaran Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang mengatur tentang penggunaan pengeras suara atau sepiker di masjid dan musala.

Muchtar mengatakan, pengaturan tersebut merupakan langkah pemerintah dalam mengatur pengeras suara ini dinilai tepat. Sebab, kondisi saat ini ada permasalahan yang timbul di masyarakat mengenai pengeras suara.

"Menurut saya memang harus diatur, sudah tepat. Bukan cuma dengan berbeda agama, dengan sesama muslim pun sekarang susah dikendalikan," katanya, Rabu (23/2).

Muchtar merujuk pada salah satu contoh permasalahan pengeras suara masjid yang terjadi di Kota Medan beberapa waktu lalu. Di mana ada seorang wanita ditahan polisi karena meminta pengurus untuk mengecilkan volume pengeras suara masjid di dekat rumahnya.

Berdasarkan kasus itu, Muchtar berpendapat kemaslahatan masyarakat harus diutamakan. Termasuk dalam pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

"Supaya ada rujukan gitu, kita mau melarang juga tidak ada rujukan, sama seperti orang di Medan bisa ditahan itu. Kedatangan Pak Jusuf Kalla (JK) bilang bagus supaya ditata dengan suara yang empuk dan enak," tuturnya.

Ihwal surat edaran yang dikeluarkan Kemenag, Muchtar menilai aturan itu tidak tiba-tiba. Secara pribadi ia menilai pengaturan pengeras suara itu dilakukan demi kemaslahatan masyarakat

"Kami mendukung karena menteri agama tidak mengeluarkan edaran secara tiba-tiba.

Kemaslahatan umat harus didahulukan, jangankan dengan orang berbeda agama, kita pun sebagai muslim kalau tidak diatur pengeras suara, setiap saat bunyi kita kan perlu istirahat atau ada orang sakit perlu ketenangan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas baru menerbitkan edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Salah satu poin penting yang diatur yakni volume pengeras suara masjid/musala paling besar 100 dB atau desibel dengan suara tidak sumbang.

Yaqut menilai penggunaan pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat.

Namun, saat bersamaan masyarakat Indonesia juga beragam secara agama, keyakinan, latar belakang sehingga perlu upaya merawat persaudaraan dan harmoni sosial.

"Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat," ujar Yaqut.

Direktur Jendral (Dirjen) Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin memastikan surat edaran Menteri Agama Nomor 05 tahun 2022 tentang penggunaan pengeras suara di masjid dan musala tak mengatur sanksi bagi yang melanggar.

"Tidak mengatur sanksi. Hanya pembinaan dan pengawasan berkelanjutan," kata Kamaruddin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/2).

Komentar

Loading...