Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Masih Ada 1.500 Warga AS di Afghanistan yang Harus Dievakuasi

Ilustrasi -- Tentara AS mengamankan proses evakuasi di bandara Kabul.
A A A

Washington DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengungkapkan saat ini masih ada sekitar 1.500 warga AS yang perlu dievakuasi dari Afghanistan. Disebutkan bahwa pemerintah AS berupaya menghubungi mereka atau telah memberikan instruksi kepada beberapa orang soal cara mengakses bandara Kabul untuk evakuasi.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (26/8/2021), Menlu Blinken dalam konferensi pers pada Rabu (26/8) waktu setempat menuturkan bahwa sejauh ini sudah mengevakuasi 4.500 warga AS dan keluarganya dari Afghanistan, saat batas waktu penarikan tentara AS pada 31 Agustus semakin dekat.

Saat proses evakuasi dimulai dua pekan lalu, diperkirakan ada sekitar 6.000 warga AS di Afghanistan yang ingin dievakuasi.

Dalam pernyataannya, Menlu Blinken mengungkapkan bahwa para pejabat AS melakukan kontak langsung dengan 500 warga AS di Afghanistan dalam 24 jam terakhir dan memberikan instruksi spesifik soal cara mencapai bandara Kabul dengan aman.

"Untuk sekitar 1.000 kontak lainnya yang kami miliki, yang mungkin warga Amerika yang ingin meninggalkan Afghanistan, kami secara agresif menjangkau mereka beberapa kali dalam sehari, melalui berbagai saluran komunikasi," tutur Menlu Blinken.

Pemerintahan Presiden Joe Biden memiliki waktu beberapa hari terakhir berupaya memberikan angka spesifik soal jumlah warga AS yang telah dievakuasi sejauh ini dan yang masih ada di Afghanistan. Menlu Blinken memperingatkan bahwa angkanya mungkin berubah cepat dalam hitungan jam.

"Beberapa dari mereka mungkin sudah tidak ada di negara itu. Beberapa mungkin mengklaim warga Amerika tapi ternyata bukan. Beberapa mungkin memilih untuk tetap tinggal," ujarnya.

"Dari daftar sekitar 1.000 orang ini, kami meyakini jumlah warga Amerika yang secara aktif meminta bantuan untuk meninggalkan Afghanistan cenderung rendah, kemungkinan jauh lebih rendah," ucap Menlu Blinken.

Dia menambahkan bahwa 45-46 persen dari total lebih dari 82.000 orang yang dievakuasi sejauh ini merupakan wanita dan anak-anak.

Negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warganya dari Afghanistan saat Taliban mengambil alih kekuasaan. Banyak warga Afghanistan yang pernah membantu pasukan asing, termasuk pasukan AS, mungkin harus ditinggalkan untuk menghadapi nasib tidak pasti di bawah Taliban.

Lebih lanjut, Menlu Blinken juga menegaskan bahwa tidak akan ada batas waktu untuk upaya evakuasi warga sipil dari Afghanistan, baik untuk warga AS maupun warga negara lainnya. Dia menegaskan bahwa AS akan menggunakan setiap bantuan diplomatik dan ekonomi untuk memastikan mereka yang ingin pergi dari Afghanistan bisa tetap melakukannya setelah 31 Agustus.

Diungkapkan Menlu Blinken bahwa Taliban telah sepakat untuk mengizinkan warga AS dan warga Afghanistan yang berisiko untuk meninggalkan negara itu bahkan setelah 31 Agustus mendatang.

"Taliban telah membuat komitmen publik dan privat untuk memberikan dan mengizinkan jalur aman bagi warga Amerika, untuk warga negara ketiga dan bagi warga Afghanistan yang berisiko hingga setelah 31 Agustus," ungkapnya.
"Mereka memiliki tanggung jawab untuk memegang komitmen itu dan memberikan jalur aman bagi siapa saja yang ingin meninggalkan negara itu, tidak hanya selama misi evakuasi relokasi kita tapi untuk setiap hari sesudah itu," imbuh Menlu Blinken.[]

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...