Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah sasaran militer di Jalur Gaza pada Jumat (16/4) sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejumlah jet tempur dan helikopter serang "menghantam lokasi pembuatan senjata, terowongan penyelundupan senjata, dan pos militer Hamas." "Kami tidak akan membiarkan setiap ancaman terhadap warga sipil Israel," demikian pernyataan IDF seperti dikutip AFP.

Ma’ruf Amin Sebut Kartu Prakerja Lanjut Sampai 2022

SetwapresWapres Ma'ruf Amin
A A A

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut program Kartu Prakerja akan berlanjut hingga 2022. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan global pasca-pandemi COVID-19.

"Insya Allah di 2022 pun program ini (Kartu Prakerja) bisa kami anggarkan karena tenaga kerja kita setiap tahun bertambah dan tuntutan pekerjaan pasca pandemi itu menuntut SDM lebih baik lagi, lebih memiliki keterampilan," kata Ma'ruf Amin dikutip dari Antara, Jumat (5/3/2021).

Kartu Prakerja dianggap sebagai salah satu bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat agar dapat bertransformasi dengan berbagai perubahan di dunia pekerjaan.

"Karena mereka tidak mungkin atau belum tentu bisa melakukan transformasi sendiri, maka pemerintah membantu dengan melakukan terus program pelatihan, training melalui Kartu Prakerja ini," ucapnya.

Pemerintah, kata Ma'ruf Amin, terus memperbaiki sistem Kartu Prakerja yang sempat dihentikan atas rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Di 2020, itu dianggarkan Rp 20 triliun untuk 5,48 juta (orang), kemudian di 2021 semula dianggarkan cuma Rp 10 triliun, tetapi kemudian ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun. Itu memang pernah dihentikan atas rekomendasi KPK, tetapi kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan," ujar Ma'ruf Amin.

Sebagai informasi, Kartu Prakerja adalah program pemerintah berupa pelatihan dan pengembangan keahlian untuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau angkatan kerja baru. Namun bertepatan dengan adanya pandemi COVID-19, program ini dijadikan semi bantuan sosial (bansos).

Setiap peserta program akan mendapatkan bantuan senilai Rp 3.550.000 dengan rincian untuk pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif pascapelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, serta insentif survei Rp 150.000.

Sumber:Detik.com
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...