Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Diduga Pernah Tersandung Kasus Mesum dan Pidana

Mantan Narapida Diduga Ikut Calonkan Diri sebagai Direktur PDAM Tirta Agara

DONI SEKEDANGKetua panitia seleksi Direktur PDAM Tirta Agara, MHD Ridwan
A A A

ACEH TENGGARA- Salah seorang peserta dari lima pelamar calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara masa jabatan 2019-2023 diduga pernah tersandung kasus Khalwat dan pidana. Kabar tersebut tersebut begitu kencang terdengar dalam sepekan terakhir ini.

Kabar dugaan pernah tersangkut kasus khalwat dan pidana salah seorang pelamar calon direktur PDAM Tirta Agara berinisial AA tersebut  tertuang dalam surat Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara nomor B-1303/L.1.20/L.1/09/2019. Disurat itu menerangkan bahwa seorang calon direktur PDAM berinisial AA pernah dihukum berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kutacane dan Putusan Mahkamah Syariah Kutacane dalam kasus Khalwat (Mesum) dan Pidana.

Sementara salah satu poin persyaratan  pelamar jelas disebutkan syarat pelamar calon dirut PDAM ialah, tidak pernah melakukan kegiatan yang merugikan negara atau tindakan-tindakan lainya yang tercela, Diutamakan mempunyai pengalaman kerja minimal lima tahun diperusahaan sejenis yang dibuktikan dengan surat keterangan (Rekomendasi) dari perusahaan sebelumnya dengan penilaian baik.

Disalah satu point persyaratan khusus juga menyebutkan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan karena tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Sementara Ketua panitia seleksi Direktur PDAM Tirta Agara, MHD Ridwan kepada wartawan mengatakan jika salah seorang calon pernah tersandung kasus hukum, pihaknya berjanji akan menggugurkan nama yang bersangkutan pada tahap proses seleksi administrasi.

Selain itu, Ridwan menegaskan bahwa panitia seleksi tidak akan meloloskan para peserta apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Akan kita gugurkan dari calon dalam tahap seleksi berkas, apabila didukung oleh bukti bukti yang cukup,” kata MHD Ridwan yang juga Sekdakab Aceh Tenggara.

Kontributor:Doni Sekedang
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...