Konselor Adiksi Yayasan Rumoh Geutanyoe Aceh, Firdaus, narasumber peHTem edisi Senin 26 Juli 2021 episode 59 dengan tema: Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Malaysia Perpanjang Lockdown hingga Kasus di bawah 4.000

Ilustrasi kuala-lumpur, Malaysia (Trivadvisor)
A A A

JAKARTA -- Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa mereka akan tetap menerapkan aturan lockdown total hingga kasus harian Covid-19 di Negeri Jiran di bawah 4.000.

Menteri Senior untuk Urusan Keamanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan bahwa target tersebut ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan angka Covid-19 dapat berkurang.

Menurut Ismail, pemerintah Malaysia tak akan membahas kemungkinan pelonggaran aturan Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) jika kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000.

"Saya telah diinformasikan Menkes Adham Baba bahwa ketika kasus di bawah 4.000, kami baru akan meninjau ulang MCO. Itu juga bukan berarti kami akan mengakhiri MCO, tapi meninjau kembali SOP untuk menentukan mana yang bisa dilonggarkan sedikit," ujar Ismail, seperti dikutip Bernama, Minggu (13/6).

Ia kemudian berkata, "MOH akan melihat dan menginformasikan kepada Dewan Keamanan Nasional (MKN) saat rapat untuk melihat yang dapat kami lakukan ketika level infeksi turun ke 4.000 kasus. Kami tidak hanji akan mengakhirinya, hanya mendengarkan masukan."

Bagaimana pun, Ismail berharap warga tetap patuh aturan lockdown dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar kasus harian Covid-19 di Negeri Jiran dapat di bawah 4.000 pada pekan depan.

Awalnya, pemerintah menetapkan lockdown sampai hari ini, Senin (14/6). Namun karena kasus harian Covid-19 masih di atas 4.000, Malaysia memutuskan untuk memperpanjang lockdown.

Pada Minggu (13/6) saja, Malaysia masih melaporkan 5.304 kasus Covid-19 baru.

Secara keseluruhan, Malaysia sudah mencatat 657 ribu kasus dengan angka kematian total 3.908 sejak pandemi Covid-19 melanda tahun lalu.[]

Sumber:Cnnindonesiacom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...