Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Mahirah Raih Penghargaan, Aminullah: Semakin Termotivasi Bantu Masyarakat Kecil

Penghargaan Mahirah
A A A

BANDA ACEH - Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) milik Pemko Banda Aceh kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Ar-Raniry.

Penghargaan ini diserahkan Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Zaki Fuad kepada Direktur PT LKMS Mahirah Muamalah, Mufied Al Kamal, Kamis, 8 April 2021 pada acara Penganugerahan FEBI Award 2021 di Aula FEBI UIN Ar-Raniry.

Saat menyerahkan penghargaan tersebut, Dekan FEBI Zaki Fuad menyampaikan Mahirah Muamalah layak mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai selama ini mampu mendorong pengembangan UMKM dan pemberantasan rentenir di Kota Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui, lembaga keuangan mikro yang dibentuk Wali Kota Aminullah Usman ini meski di usianya belum 3 tahun namun sudah mampu membantu modal usaha ribuan pelaku UMKM di 'Kota Gemilang'.

Bukan hanya itu, keberadaan Mahirah juga mampu mampu memutus hubungan masyarakat kecil dengan rentenir.

Wali Kota Aminullah Usman sebagai Pemegang Saham Pengendali yang sedang mengikuti kegiatan JKPI di Jakarta menyampaikan ucapan rasa syukur dan terimakasih atas penghargaan tersebut.

Kata Aminullah, penghargaan tersebut semakin memotivasi dirinya dan pihak Mahirah untuk terus berbuat membantu masyarakat kecil di Banda Aceh.

Diungkapkannya, selama Mahirah terbentuk, rentenir di Banda Aceh semakin terjepit. Hal tersebut ditandai dengan hasil survey yang dilakukan Yayasan Rumah Harta Umat yang bekerjasama dengan ASA Solution dimana saat ini ketergantungan pedagang pasar di Banda Aceh terhadap rentenir hanya tersisa 2 persen saja.

"Sebuah bukti kehadiran Mahirah mampu melepas masyarakat kecil dari jeratan rentenir," kata Aminullah.

Bagi pelaku UMKM, Mahirah menjadi solusi ketika mereka membutuh modal usaha. Karena lembaga keuangan yang dipimpin T Hanansyah itu terus mengucurkan uang untuk masyarakat kecil.

Dari RUPS yang digelar Maret lalu terungkap, hingga tahun 2020, Mahirah Muamalah telah mengucurkan hingga Rp21.289.984.039 (Data 31 Maret 2021) untuk modal usaha dimana mayoritas penerima adalah sektor UMKM.

Kata wali kota, sektor pembiayaan itu dikucurkan untuk sektor perdagangan, perikanan dan peternakan seperti untuk pedagang kaki lima, UMKM hingga penjual ikan keliling.[]

Rubrik:GEMILANG

Komentar

Loading...