Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Demo Kampus

SITI AISYAHMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh melakukan demonstrasi di halaman kampus setempat, Rabu 18 September 2019. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tindakan penyegelan kampus.
A A A

ACEH BARAT - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh melakukan demonstrasi di halaman kampus setempat, Rabu 18 September 2019. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tindakan penyegelan kampus.

Demo tersebut sebagai bentuk kekesalan mahasiswa terhadap civitas akademika kampus STAIN yang terus mengundur jadwal perkulian mahasiswa, sehingga tidak ada titik terang terhadap permasalahan tersebut.

"Jadwal kuliah sebelumnya ditetapkan pada tanggal 9 September diundur ke 12 September dan diundur lagi ke 19 September,”ujar Mukhtardin Pakeh, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Pantauan di lokasi, dalam aksi unjuk rasa tersebut para pendemo juga menampilkna teaterikal yang menggambarkan tentang orang tua yang bersusah payah membiayai mereka untuk berkuliah namun yang didapati tidak sesuai dengan harapan yang dititip kan para orang tua.

Selain itu, adapula pembacaan puisi yang diiringi musik serta diwarnai isak tangis para peserta aksi yang tidak terima dengan keputusan kampus yang terus mengundur jadwal perkuliahan.

"Kami hanya meminta kepada pihak kampus untuk secepatnya memberikan kejelasan jadwal dan lokasi perkuliahan, karena sudah satu minggu lebih proses belajar mengajar mengalami penundaan,” tambah Mukhtar.

Sebenarnya, hal itu merupakan akibat dari permasalahan tanah tempat berdirinya gedung baru STAIN TDM yang tak kunjung ada titik temu. Perguruan Tinggi Islam itu terpaksa terus mengundur jadwal kuliah mahasiswa. Sengketa kepemilikan lahan di jalan Lingkar UTU, Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat itu, memang sudah dimediasikan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Itu dilakukan antara masyarakat yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut dengan pihak kampus. Namun hasil mediasi tersebut akan disampaikan tanggal 15 September 2019.

Namun, saat ditanyai mahasiswa ke pihak kampus terkait permasalahan tersebut malah tidak bisa diberikan kepastian, sehingga memuncak lah kekesalan mereka dengan melakukan aksi penyegelan kampus.

"Segel kampus tidak akan dibuka apabila tidak ada kejelasan tentang Jadwal dan lokasi perkuliahan mahasiswa, "ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan Dr Erizar mengatakan saat ini proses negosiasi yang difasilitasi pihak Dewan masih berlangsung,  sehingga hanya menunggu kepastian saja dari pihak Legislatif.

“Kita bisa langsung mengambil keputusan, karena saat ini masih dinegosiasikan kembali supaya bisa menggunakan gedung baru, " Kata Dr Erizar saat ditemui wartawan acehimage.com.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan oleh mahasiswa STAIN TDM saat ini juga tidak salah, tetapi pihak kampus tak dapat mengambil keputusan terkait apa yang dituntut, karena pihaknya juga sedang menanti keputusan dari legislatif yang memediasi karena  konflik lahan di Kecamatan Meureubo.

“kami ini hanya sebagai pelaksana, sementara yang memutuskan itu dari pemerintah sendiri, " pungkas Erizar

Editor:Ikhsan
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...