Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Mahasiswa Harus Aktif Sampaikan Pesan-pesan Kerukunan

INMAS KEMENAG ACEHAcara Pengembangan Dialog Moderasi Beragama dan Wawasan Multi Kultural Bagi Organisasi Kemahasiswaan Lintas Agama Terdampak Covid-19 di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr Iqbal meminta mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Iqbal dalam acara Pengembangan Dialog Moderasi Beragama dan Wawasan Multi Kultural Bagi Organisasi Kemahasiswaan Lintas Agama Terdampak Covid-19 di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh, Kamis, 25 Februari 2021.

Kegiatan yang diinisiasi Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI ini diikuti oleh puluhan mahasiswa lintas agama dari berbagai universitas di Aceh.

Ia mengatakan, mahasiswa harus aktif menyampaikan pesan-pesan kerukunan dan keberagaman di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Mahasiswa barang kali terdepan hidup di tengah masyarakat. Mohon sosialisaikan kepada masyarakat terutama tentang kerukunan umat beragama di Aceh. Sehingga sampai kapanpun kerukunan umat beragama di Aceh terjalin dengan baik," ujar Iqbal.

Sebagai negara yang heterogen, kata Iqbal, masyarakat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai moderasi beragama.

"Moderasi beragama bukan agamanya yang dimoderatkan, melainkan cara kita beragama yang harus dimoderatkan," katanya.

Iqbal menegaskan, kerukunan dan keberagaman di negara ini harus dirawat dengan baik.

"Mudah-mudahan dengan wawasan tentang moderasi beragama, kerukunan beragama di Indonesia bisa terawat. Walaupun kita berbeda budaya dan etnis namun kita bisa rukun dan hidup dengan penuh kedamaian," ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...