Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Lukman Hakim Minta Kadis Perdagangan Jelaskan Terkait Kenaikan Harga Gas LPG 12 Kg

IstLukman Hakim
A A A

ACEHIMAGE.COM – Harga gas liquefied Elpiji non subsidi 12 kilogram di Kabupaten Bener Meriah bervariasi, mulai dari harga  Rp. 218 ribu hingga 230 ribu rupiah. Harga tersebut meningkat dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga gas non subsidi sudah berlangsung sejak tanggal 10 Juli 2022 yang lalu, dari harga 195 hingga 215 ribu untuk gas 12 Kg sesuai dengan dengan Surat dari pihak Pertamina No. 1196/PND430000/2022-S3 Tanggal 09 Juli 2022 perihal,  Harga Jual (Refill) Bright Gas 12 Kg atau Elpiji 12 yang ditujukan kepada Direktur/Pimpinan Agen LPG NPSO Kemasan Tabung Wilayah Sumbagut.

Menyikapi kenaikan harga gas LPG 12 Kg yang bervariasi di Bener Meriah, salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Bener Meriah yang kuliah di Banda Aceh, Lukman Hakim meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bener Meriah untuk menjawab persoalan gas yang naik kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Lukman kepada media ini melalui rilisnya, Rabu, 27 Juli 2022.

Menurut Lukman, hal itu penting sebagai bentuk jawaban yang pasti kepada masyarakat sehingga tidak terjadinya pertanyaan kenapa gas liquefied Elpiji non subsidi 12 kilogram naik drastis.

“Masyarakat butuh jawaban dan kepastian kenapa harga gas 12 naik meroket,” kata Lukman.

Menurutnya menjadi misteri bagi masyarakat Bener Meriah atas meroketnya harga gas tersebut. Pasalnya ini adalah hal yang sangat membebankan bagi masyarakat Kabupaten Kopi itu.

"Siapa yang harus bertanggung jawab? Dan kepada siapa masyarakat harus bertanya? Apakah kepada Dinas terkait? Atau hal ini bisa dijelaskan oleh pangkalan-pangkalan eceran gas," kata Lukman

Lebih lanjut mahasiswa Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry itu mendorong Disperindag untuk menjawab keluhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan jawaban persoalan ini sehingga masyarakat paham dan tahu betul persoalan yang tidak hanya terjadi di Bener Meriah melainkan secara nasional.

"Selaku mahasiswa asal Bener Meriah yang berada di perantauan tentu hal ini adalah suatu beban pikiran bagi kami, dalam memikirkan betapa ekstranya keluarga kami untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus terpenuhi di kampung dan juga harus memikirkan kami di perantauan," ujarnya.

Apa yang bisa kami lakukan selain berdo'a dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri di perantauan, kemudian tentu sudah pasti ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan.

Justru itu, Pemerintah daerah Bener Meriah dalam hal ini Dinas Perdagangan harus mampu mengatasi dan menjawab keresahan masyarakatnya. Seperti diketahui, harga eceran tertinggi yang dikeluarkan PT Pertamina, untuk gas 12 kilogram harganya tak sampai Rp 200 ribu. Kini harga gas dalam tabung 12 kilogram mencapai angka Rp 230 Ribu sampai Rp 240 Ribu per tabung.

"Besar harapan kami kepada Pemda Bener Meriah agar segera mengatasi hal ini kemudian beri pernyataan kepada masyarakat apa yang sedang terjadi," tegas mahasiswa UIN Ar-Raniry itu.

“Apabila ada pihak-pihak yang melakukan permainan atau mengambil kesempatan dalam melonjaknya harga gas ini mohon Pemda untuk menindak tegas," tutupnya.

Mementara itu, menikapi kenaikan harga gas LPG 12 Kg, Kepala Dinas Perdagangan Bener Meriah melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, Sehubungan dengan Surat dari pihak Pertamina No. 1196/PND430000/2022-S3 Tanggal 09 Juli 2022 perihal Harga Jual (Refill) Bright Gas 12 Kg atau Elpiji 12 Kg terhitung mulai tanggal (TMT ) 10 Juli 2022 yang ditujukan kepada Direktur/Pimpinan Agen LPG NPSO Kemasan Tabung Wilayah Sumbagut, harga Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg untuk daerah Aceh dengan harga jual eks. Agen (Incl PPN) Rp. 215/tabung.

“Harga itu berlaku untuk wilayah di radius 60 KM dari lokasi Filling Plant/SPBE/SPPBE yang ditunjuk oleh pertamina. Harga tersebut di atas belum termasuk biaya angkut dan biaya bongkar,”terang Abdul Kadir Kadis Perindag Bener Meriah.

Ia menambahkan, hasil kunjungan lapangan pihaknya terhadap agen dan beberapa pangkalan di Kabupaten Bener Meriah mereka menjual gas LPG 12 Kg bervariasi, misalnya, PT Zulkarnain Zamil menjual Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp 218  s/d Rp. 220 ribu, begitu juga dengan  PT Bligat Maju Bersama menjual Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp. 218 s/d Rp. 220.

Sementara, PT. Bener Bersaudara menjual Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp 220  s/d Rp. 230 ribu, kemudian PT. Meriah Cahaya Abadi menjual Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp. 218 s/d Rp. 220 ribu per tabung.

Di SPBU Pante Raya Bersama, menjual Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp. 218. UD Surya Pratama Bright menjual Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg dengan harga ecer kisaran Rp. 225  s/d Rp. 230 ribu.

“Kita Dinas Perdagangan kapasitasnya pengawasan terhadap gas non subsidi hanya pada ketersediaan barang/Stok barang, karena harga tersebut termasuk harga keekonomian dari pihak pertamina,”tegasnya.

Sehingga kami dari Dinas Perdagangan menghimbau kepada masyarakat agar dapat membeli Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg di pangkalan dan Agen agar mendapatkan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan membeli di kios-kios. Harapnya. []

Komentar

Loading...