Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 4 Juli 2022 episode ke 91 Tahun ke II dengan tema: Banda Aceh Terutang, Pejabat Ramai-Ramai Pelisiran Ke Medan, Ada Apa?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Lintas Elemen Bentuk Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina

IstimewaLintas elemen masyarakat berfoto bersama usai membentuk Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina (FORMAPP) di Aula MPU Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Sabtu, 22 Mei 2021.
A A A

BANDA ACEH – Sebanyak 22 lintas komunitas membentuk Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina (FORMAPP). Pembentukan forum dilaksanakan dalam pertemuan lintas elemen masyarakat di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Sabtu, 22 Mei 2021.

Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal selaku Ketua MPU Aceh memfasilitasi dan memimpin pertemuan lintas elemen masyarakat yang sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut. Lem Faisal pun menerima permintaan peserta agar bersedia menjadi Ketua FORMAPP.

Adapun lintas komunitas yang menggagas FORMAPP tersebut adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, MRI Aceh Besar, MRI Banda Aceh, FLDK Aceh, BEM FMIPA Aceh, LDK Ar-Risalah, dan FLP Banda Aceh.

Selanjutnya DPW Hidayatullah, BEM FKIP USK, KSO – IPPS, P2S, PII Aceh Besar, LDK Al-Mizan USK, Forma USK, ISKADA, Forkom Jaya, BEM USK, KAMMI UIN, PII Aceh, BEM UIN, dan FEBI UIN.

Forum dalam pertemuan tersebut sepakat untuk mengirimkan ambulans pre hospital (APH)senilai Rp 1.820.000.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap Palestina.

Ambulans atas nama masyarakat Aceh tersebut dilengkapi fitur lengkap, sehingga bisa digunakan untuk melakukan operasi kecil dan menangani pasien secara intensif.

Lem Faisal, dalam siaran pers yang diterima media ini menyampaikan, tiga bulan ke depan FORMAPP akan melakukan penggalangan donasi dari masyarakat. Hasil penggalangan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggp (ACT) Aceh untuk pengadaan satu unit APH.
“Melihat semangat masyarakat Aceh maka harapan kita menghadirkan ambulans insya Allah tercapai,” kata Lem Faisal.

FORMAPP juga akan menampung lembaga atau komunitas yang berada di Aceh untuk ikut bergabung dalam forum tersebut.

Ia menambahkan, kepedulian kepada Palestina perlu dikoordinasikan dengan baik. Sekarang isu berkembang banyak pengumpulan dana tidak tepat sasaran. Menurutnya jika isu itu terus berkembang tanpa transparansi, maka masyarakat dalam lima tahun ke depan menjadi apatis.

“Partisipasi dan kepercayaan masyarakat harus dijaga karena masih banyak saudara kita membutuhkan,” terangnya.

Di sisi lain, Lem Faisal juga mengatakan sikap cemoohan aksi penggalangan dana untuk Palestina. Menurutnya sikap tersebut terjadi lantaran ketidakpahaman orang tersebut tentang apa itu Palestina dan mengapa penting bagi Muslim.

"Di Palestina penduduknya muslim dan terdapat Masjid Al-Aqsa yang harus dilindungi oleh seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia," kata Lem Faisal.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Aceh Zulfurqan menuturkan bahwa rumah sakit di Gaza, Palestina mengalami kekurangan jumlah ambulans. Kebutuhan ambulans di sana mencapai 142 ambulans. Akibatnya ambulans tidak layak pakai lagi terpaksa digunakan.
“Jangan menyerah dan bosan membantu Palestina. Berikan ikhtiar terbaik melindungi Al-Aqsa,” ucapnya.

Ia bersyukur karena ACT telah mengantongi izin untuk melakukan penggalangan donasi yang akan disalurkan kepada rakyat Palestina.
Informasi maupun dokumentasi penyaluran bantuan kata Zulfurqan, dapat disaksikan di channel YouTube Aksi Cepat Tanggap, website act.id, dan instagram @act_aceh.

“Alhamdulillah, sejak berdirinya pada 21 April 2005, keuangan ACT setiap tahun diaudit dan selalui memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” imbuhnya.[]

Sumber:rilis
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...