Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Lima Pelanggar Syariat Islam di Lhokseumawe Dicambuk, Satu Pingsan

Salah Satu dari Lima terpidana pelanggar syariat Islam yang sedang menjalani hukuman cambuk secara bergilir. bertempat di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Senin, 28 Juni 2021.
A A A

LHOKSEUMAWE –  Lima terpidana pelanggar syariat Islam menjalani hukuman cambuk, pasalnya. Mereka melanggar Qanun Aceh Nomor Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Pelaksanaan eksekusi cambuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe bertempat di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Senin, 28 Juni 2021, sekitar pukul 15.00 WIB.

Amatan media ini, Setelah prosesi pelaksanaan cambuk, salah satu terpidana berinisial NA pingsan. Wanita itu terjatuh dari posisi berdiri di atas panggung saat hitungan terakhir ke-100 kali cambuk yang dilakukan algojo.

Setelah itu, NA dipapah oleh sejumlah petugas WH untuk dibawa turun dari panggung eksekusi cambuk. Namun, NA tidak sanggup berjalan meski dipapah petugas WH, sehingga diangkat secara bersama-sama untuk dibawa ke mobil ambulans yang telah disediakan di lokasi tersebut.

Kajari Lhokseumawe, Dr Mukhlis, SH, MH, melalui Kasi Tindak Pidana Umum Kardono, SH, kepada wartawan, mengatakan, Kelima terpidana tersebut berinisial IM, melakukan jarimah zina dengan hukuman uqubat ta’zir cambuk sebanyak 74 kali. Terpidana MM dan SI masing-masing mendapat hukuman cambuk 40 kali karena jarimah khamar. Selanjutnya, SB bersama NA (perempuan) dicambuk masing-masing sebanyak 100 kali akibat perbuatan jarimah zina.

Adapun ada terpidana yang mengalami pingsan itu merupakan hal biasa, karena setelah mendapat hukuman cambuk mungkin kelelahan.Tapi sebelum eksekusi cambuk dilakukan, pihak medis sudah memeriksa kesehatan terhadap semua terpidana tersebut. Terpidana NA pada saat berlangsung eksekusi cambuk tidak pingsan.

Dijelaskan Kardono, Terkait terpidana IM 74 kali cambuk atas perbuatan jarimah zina, itu sudah dikurangi dengan masa penahanan yang pernah dijalani. Dan, sesuai ketentuan satu sampai 30 hari dihitung sebagai pengurangan uqubat cambuk satu kali dan seterusnya, kelipatan 30 hari merupakan kelipatan satu kali uqubat. Terhukum telah ditahan selama 54 hari, sehingga hukuman cambuk terhadap terpidana dikurangi satu kali berdasarkan Pasal 24 Ayat (2) dan Ayat (3),” kata Kardono.

Menurut Kardono, IM merupakan penyedia tempat saat terjadi perbuatan jarimah zina dilakukan terpidana SB dan NA. Sehingga berbeda hukuman yang diberikan kepada terpidana IM tersebut. Kata dia, setelah para terpidana menjalani eksekusi cambuk, mereka diperbolehkan langsung keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, karena sudah menjalani hukuman."tutupnya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...